3 Adab Mengantar Jenazah yang Penting untuk Diperhatikan

Iklan Semua Halaman

3 Adab Mengantar Jenazah yang Penting untuk Diperhatikan

Admin
Jumat, 27 Desember 2019

Asianmuslim.com - Salah satu hak seorang muslim adalah mengantarkan jenazahnya ketika meninggal dunia. Sebagaimana keterangan dalam hadits shahih riwayat Muslim, Hadits no. 2162. Lalu bagaimana adab mengantarkan jenazah menurut islam? Berikut ini beberapa adab saat mengantarkan jenazah ke pemakaman.

1. Ketika mengiring jenazah tidak membawa dupa atau api

Para ahli fikih sepakat bahwa tidak boleh membawa api, baik dengan dupa maupun lilin, kecuali jika dibutuhkan untuk penerangan. Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

لَا تُتْبَعُ الْجَنَازَةُ بِصَوْتٍ، وَلَا نَارٍ

“Janganlah mengiringi jenazah dengan suara dan api”. [Hadits Riwayat: Abu Daud (3171), Ahmad (2/427), Ahkaml Janaiz (hal 91). Albani menguatkan dalil itu]

Di dalam sanadnya ada komentar. Namun dalil ini diperkuat, yang dishahihkan oleh Amr bin Ash beliau berkata dalam wasiatnya :

فَإِذَا أَنَا مُتُّ فَلَا تَصْحَبْنِي نَائِحَةٌ، وَلَا نَارٌ

“Ketika aku mati nanti janganlah disertai dengan wanita yang meratap atau api. [Hadits Riwayat: Muslim (121), Ahmad (4/199)]

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu ia berkata ketika menjelang kematiannya:

لَا تَضْرِبُوا عَلَيَّ فُسْطَاطًا، وَلَا تَتْبَعُونِي بِمِجْمَرٍ(وفى رواية :بنار)

“Janganlah kalian buatkan aku tenda di atas jenazahku, dan janganlah mengiringi dengan membawa dupa (pada riwayat lain: api). [Hadits Riwayat: Ahmad (2/292). Sanadnya shahih]

Diriwayatkan dari Abu Musa radhiallahu 'anhu ia berwasiat ketika ajal mendekatinya, berkata:

إِذَا انْطَلَقْتُمْ بِجِنَازَتِي فَأَسْرِعُوا الْمَشْيَ، وَلَا يَتَّبِعُنِي مُجَمَّرٌ

“Apabila kalian membawa jenazahku maka percepatlah langkah kalian dan janganlah mengiringiku dengan membawa dupa”.[1]

2. Diam ketika mengiringi jenazah

Tidak dibolehkan mengeraskan suara ketika membawa jenazah baik dzikir maupun yang lain. Diriwayatkan dari Qais bin Ubad, ia berkata:

كَانَ أَصْحَاب رَسُول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ يكْرهُونَ رفع الصَّوْت عِنْد الْجَنَائِز

“Para sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam tidak suka mengeraskan suara ketika mengiring jenazah”.[2]

Hal tersebut menyerupai kaum nashrani, karena mereka meninggikan suaranya dalam puji-pujian dan menyanyikannya dalam ayat injil mereka.

Imam an-Nawawi berkata dalam al-Adzkar (hal. 203), “Ketahuilah sebenarnya, yang dipilih oleh para salaf adalah diam ketika mereka berjalan mengiringi jenazah, tidak ada suara keras dengan membaca al-Qur`an ataupun Dzikir dan sebagainya. Hikmahnya adalah menenangkan pikiran dan agar semuanya fokus terhadap jenazah, inilah yang di tuntut dan benar dalam perkara tersebut. Jangan tertipu dengan banyaknya orang yang menyelisihi hal ini.

Penulis berkata: Kebiasaan orang pada zaman sekarang mereka berdzikir di depan jenazah dan salah satu dari mereka berkata, wahhidu, bagi yang mengiringi jenazah dengan berjalan kaki, atau berkata, Isyhadu lahu (lihatlah jenazah ini). Para fuqaha menetapkan ini adalah bid’ah[3]

Syeikh al-Albani Rahimahullah berkata,[4] “Suatu perbuatan buruk bagi orang yang berjalan mengiringi jenazah dengan menggunakan alat-alat musik di depan jenazah dengan nada kesedihan, seperti yang dilakukan pada sebagian Negara Islam, mereka meniru perbuatan orang-orang kafir”. Wallahu a’lam.

3. Pengiring jenazah tidak boleh duduk sebelum jenazah diletakkan.

Diriwayatkan dari Abu Said radhiallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

إِذَا رَأَيْتُمُ الجَنَازَةَ، فَقُومُوا، فَمَنْ تَبِعَهَا فَلاَ يَقْعُدْ حَتَّى تُوضَعَ

“Apabila kalian melihat jenazah maka berdirilah, siapa yang mengiringinya maka janganlah ia duduk hingga jenazah diletakan”.[5]

Yang dimaksud dengan meletakkan adalah keranda diletakkan ke tanah, ada yang mengatakan, hingga diletakkan ke liang lahad.

Disunnahkan berdiri hingga jenazah diletakkan. Pendapat ini menurut kebanyakan para sahabat dan tabiin, seperti yang dinukil oleh Ibnu al-Mundzir dan sependapat dengan perkataan Imam Auza’i, Ahmad, Ishaq dan Muhammad bin Hasan dan pendapat ini dipilih oleh Imam Syafi’i[6]

Apakah harus berdiri ketika ada jenazah yang lewat:

Diriwayatkan dari Amir bin Rabiah, nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

إِذَا رَأَيْتُمُ الجَنَازَةَ، فَقُومُوا حَتَّى تُخَلِّفَكُمْ (أَوْ تُوضَعَ)

“Apabila kalian melihat jenazah maka bedirilah hingga melewati kalian (atau diletakan)”[7]

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah radhiallahu 'anhuma ia berkata:

مَرَّ بِنَا جَنَازَةٌ، فَقَامَ لَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقُمْنَا بِهِ، فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهَا جِنَازَةُ يَهُودِيٍّ، قَالَ: «إِذَا رَأَيْتُمُ الجِنَازَةَ، فَقُومُوا

“Ada jenazah melintas di depan kami, kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam berdiri dan kami juga ikut berdiri, kemudian kami bertanya, “Ya Rasulullah ini adalah jenazah yahudi”, kemudian Rasulullah menjawab, “Apabila kalian melihat jenazah maka berdirilah”.[8]

Lafadz dari Sahal bin Hunaif dan Qais bin Said, “Bukankah ia juga manusia?” [9]

Namun Mayoritas ulama dari empat imam mazhab dan lainnya mengatakan bahwa hadits yang menerangkan tentang berdiri untuk menghormati jenazah telah di mansukh dengan hadits yang diriwayatkan dari Ali bin Abu Thalib ia berkata :

قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِجِنَازَةٍ فَقُمْنَا، حَتَّى جَلَسَ فَجَلَسْنَا

“Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bediri ketika ada jenazah, kami pun berdiri, kemudian Rasulullah duduk, kami pun duduk”.[10]

ثم جلس بعد ذلك و أمرنا بالجلوس


Dalam redaksi lain: “kemudian beliau duduk setelah itu dan memerintahkan kami duduk”[11]

Ibnu Hazm, Ibnu Habib, Ibnu al-Majisun dari golongan Malikiyah, sebagian Madzhab Syafiiyah dan Imam an-Nawawi berpendapat bahwa duduknya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam setelah memerintahkan berdiri adalah menjelaskan hal tersebut boleh, anjuran. Nasakh tidak dilakukan kecuali jika tidak bisa digabungkan, dan hal ini memungkinkan.

Demikian penjelasan mengenai adab mengantar jenazah dalam islam. Semoga bermanfaat.

Baca Juga