Bagaimana Jika Tertutup Awan, Apakah Tetap Shalat Gerhana?

Iklan Semua Halaman

Bagaimana Jika Tertutup Awan, Apakah Tetap Shalat Gerhana?

Admin
Selasa, 24 Desember 2019

Asianmuslim.com - Tidak diragukan lagi bahwa pensyariatan shalat gerhana telah disepakati oleh para ulama. Namun, menjadi perselisihan jika gerhana tertutup oleh awan mendung sehingga tidak nampak oleh mata telanjang. Apakah masih berlaku shalat gerhana pada kondisi seperti ini?

Menjawab masalah ini Syaikh Abdurrahman Al-Barrak mengatakan tetap disunnahkan shalat gerhana sekalipun bulan tertutup awan mendung.

Alasannya adalah ilmu yang menghasilkan keyakinan sama tingkatannya dengan penglihatan.

Syekh Abdurrahman mengatakan, Di masa sekarang ini hitungan falak dan hisab untuk kasus gerhana sudah akurat 100 %, sehingga kita melihat ataupun tidak gerhana tetap terjadi, dan kata "idza ra`aytumuuhu" (jika kalian melihatnya) meliputi pengetahuan yang yakin, makanya orang butapun disepakati ikut meski mereka tak melihat gerhana itu. Sehingga illat pelaksanaan shalat gerhana itu adalah keyakinan adanya gerhana di tempat tersebut.

Asy-syaikh menambahkan : "Adapun jika diketahui terjadi gerhana di sebuah negeri namun tidak terlihat di negeri lain dikarenakan adanya penghalang tertutup oleh awan, namun gerhana benar-benar terjadi berdasarkan temuan ahli falaq, inilah masalah utamanya, yaitu tetap dianjurkan shalat gerhana. Lain halnya jika terlihat gerhana di suatu tempat namun tidak terlihat di tempat lain dan tidak ada bukti ilmiah dari ahli falaq. Maka hukum shalatnya hanya berlaku bagi negara yang melihatnya saja."

Syaikh Abdurrahman adalah salah satu ulama Saudi kontemporer yang menyatakan kita tetap sunnah melaksanakan shalat gerhana meski tertutup awan mendung.

Wallahu a'lam.

Baca Juga