MPU Aceh Tolak Saran MUI Pusat Cabut Aturan Larangan Pengajian selain Madzhab Syafi'i -->

Iklan Semua Halaman

MPU Aceh Tolak Saran MUI Pusat Cabut Aturan Larangan Pengajian selain Madzhab Syafi'i

Admin
Selasa, 31 Desember 2019
Saran MUI Pusat Cabut Aturan Larangan Pengajian selain Madzhab Syafi'i

Asianmuslim.com - Permintaan MUI Pusat untuk menarik Surat Edaran Plt. Gubernur Aceh adalah sikap salah kaprah dan buta aturan.  MUI tidak paham, bahwa Aceh memiliki kekhususan dalam Pelaksanaan Syariat Islam dan MUI tidak paham kedudukan, tugas, dan fungsi MPU (Majelis Permusyawaratan Ulama) Aceh.

MPU Aceh berbeda dengan MUI. Mulai dari Tupoksi, kedudukan dan kewenangan sangat berbeda dengan MUI yang ada di Indonesia. MPU adalah mitra Eksekutif dan Legislatif yang memiliki garis koordinasi yang jelas, bisa berfatwa secara independen yang memiliki Komis Fatwa tersendiri tanpa harus berkoordinasi dan meminta izin MUI.

Hal itu, diatur dalam Qanun Aceh No. 2 tahun 2019. Berbeda dengan MUI Provinsi lain yang harus tunduk ke MUI Pusat. Maka, langkah MUI meminta mencabut Surat Edaran Plt. Gubernur Aceh yang sudah berkoordinasi dan atas saran MPU Aceh tersebut adalah pernyataan yang konyol.

Dan ternyata, MUI terkesan tidak paham praktek keagamaan di Aceh khususnya pelaksanaan Syariat Islam di Aceh. Terkesan tidak Paham, bahwa Ahlussunnah wal Jamaah itu adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Mazhab Mu'tabarah,  didalamnya termasuk Syafiiyyah yang merupakan satu-satunya Mazhab yang dianut Rakyat Aceh dari dulu sampai saat ini. Bukan Wahhabi yang anti Mazhab dan berpaham Radikal.

Berita terkait : Aceh Provinsi Paling Toleran Sedunia

Maka, terkait SE tersebut saran saya MUI Pusat urus saja dulu persoalan di Jakarta tidak usah masuk dalam rumah orang Aceh. Toh, Aceh selalu menjadi inspirasi, termasuk lahirnya MUI di Indonesia dulunya.

Terimakasih untuk para ulama Aceh yang sudah melahirkan MPU untuk berdiri secara independen dan terpisah dari MUI. Bék bak-bak Karéng ka Djiduk Gapah!. (Red)
Baca Juga