Wanita Kristiani Asal Irak: Mengapa Ummat Islam Merayakan Natal dan Tahun Baru?

Iklan Semua Halaman

Wanita Kristiani Asal Irak: Mengapa Ummat Islam Merayakan Natal dan Tahun Baru?

Admin
Sabtu, 21 Desember 2019
Mengapa Ummat Islam Merayakan Natal dan Tahun Baru?

Asianmuslim.com - Berikut ini adalah tulisan Izapilla Penijamin Mama Ashury seorang wanita kristiani berkebangsaan irak sekaligus seorang jurnalistik. Membuat tulisan sebagai kritikan bagi ummat islam yang ikut merayakan Natal dan tahun baru.

Saya tidak tahu mengapa kaum muslimin mengucapkan selamat natal kepada kaum kristen dan saling mengucapkan selamat tahun baru?. Padahal ucapan selamat natal dan tahun baru itu berarti pengakuan terhadap kelahiran anak Allah!!. Itu adalah kekafiran yang nyata dan kesesatan yang luar biasa dalam Agama Islam!!.

Wahai kaum muslimin!. Penanggalanmu yang sebenarnya adalah penanggalan hijriyah. Bukan penanggalan masehi. Mengapa kalian berharap agar Allah memberikan keamanan dan keselamatan pada awal tahun masehi?!. Padahal itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan Agama Islam. Bahkan perayaan tahun baru masehi adalah perayaan kaum penyembah berhala yang padanya mereka berbuat dosa dan kedurhakaan kepada Tuhan, melanggar semua nilai kebaikan dan prilaku yang baik.

Bagaimana Tuhan akan mengabulkan harapan kalian padahal Dia marah dengan semua kedurhakaan itu?!. Tuhan pasti murka dengan semua uang yang dihambur hamburkan untuk foya foya dan penyimpangan.

Puluhan milyar dolar dihabiskan untuk minuman keras. Ratusan milyar dolar dibuang buang untuk kembang api, petasan, konser musik, bahkan zina, pelacuran, homoseksual, narkoba, dll. Itu semua terjadi di seluruh dunia, termasuk di negara negara Islam.

Injil sendiri menyatakan bahwa perayaan tahun baru adalah perayaan kaum penyembah berhala. Pada setiap tanggal 1 Januari orang orang Yunani dulu bersujud kepada tuhan mereka: Ba'al. Padahal Yosua sendiri tidak mengakui perayaan itu.

Tahukah kalian, siapa yang menanamkan di benak umat manusia di seluruh dunia tentang pentingnya merayakan tahun baru?. Mereka adalah para pemilik perusahaan perusahaan minuman keras, perusahaan perusahaan kembang api, petasan, terompet, pohon natal, patung Yosua, pernak pernik natal dan tahun baru, bahkan para pengedar narkoba, para germo dan mucikari. Mereka itulah yang mendapatkan keuntungan yang besar dari perayaan natal dan tahun baru.

Para pengusaha dan para perusak itulah yang berada di belakang budaya natal dan tahun baru di seluruh dunia. Padahal jelas sekali bahwa budaya itu berawal dari kaum penyembah berhala yang diikuti oleh kaum kristen; dan yang paling disayangkan karena juga diikuti oleh banyak kaum muslimin. Semua itu didukung sepenuhnya oleh para petinggi kaum kristen, untuk memenuhi keserakahan mereka dengan uang haram.

Saya beragama kristen, tapi saya tidak merayakan natal dan tahun baru; bahkan saya menolak kesesatan itu, karena itu membuat Tuhan murka. Itu semua sungguh sungguh mengundang siksa dari Tuhan dalam berbagai bentuknya.

Artikel terkait : Hukum Memakai Atribut Natal Bagi Muslim

Kalau saya saja menolak itu, bagaimana mungkin seorang muslim yang mentauhidkan Allah, taat kepada Allah, mencintai Allah, beriman kepada Muhammad sebagai Nabi yang mendapat wahyu, bagaimana mungkin dia mengucapkan selamat kepada kaum kristen dan para penyembah berhala?!. Bagaimana mungkin seorang muslim ikut merayakan perayaan penyembah berhala?!.

(Menyebarkan kebaikan, ciri orang baik)

Diterjemahkan oleh:
Dr. Muzakkir M. Arif