Dimanakah Tempat Turunnya Nabi Isa 'alaihissalam? -->

Iklan Semua Halaman

Dimanakah Tempat Turunnya Nabi Isa 'alaihissalam?

Admin
Rabu, 22 Januari 2020

Asianmuslim.com - Diantara perkara besar yang akan terjadi jelang hari kiamat adalah turunnya Nabi Isa 'alaihissalam ke dunia.

Penetapan itu berdasarkan isyarat yang disebutkan Al-Qur'an dan khabar yang disebutkan dalam banyak hadits.

Para ulama hadits mengatakan bahwa hadits tentang turunnya Nabi Isa 'alaihissalam derajatnya mencapai mutawatir.

Penegasan kemutawatiran tersebut dikatakan Imam Ibnu Jarir Ath-Thobari, Imam Ibnu Katsir, Imam Asy-Syaukani, Allamah Muhammad Shiddiq Hasan Khan, Allamah Al-Kattani, Syaikh Ahmad Muhammad Syakir, Syaikh Al-Ghumari, Syaikh Muhammad Anwar Syah Al-Kasymiri, dan Syaikh Al-Albani.

Karena itu, ahlussunnah menjadikan masalah itu termasuk pokok aqidah yang wajib diimani. Imam Ahmad bin Hanbal menyebutnya sebagai ushul sunnah. Abul Hasan Al-Asy'ari menyebutnya sebagai bagian dari aqidah ahlul hadits. Maka tak heran perkara itu disebutkan para ulama yang menulis kitab aqidah ahlussunnah waljamaah semisal Imam Ath-Thohawi, Imam Ibnu Qudamah dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.

Di mana Nabiyullah Isa 'alaihissalam akan turun?

Dijelaskan dalam hadits-hadits yang shohih bahwa Nabiyullah Isa 'alaihissalam akan turun di sisi Manaroh Baidho` yang berada di sisi timur Kota Damaskus.

Imam Muslim meriwayatkan bahwa Nabi shollallaahu 'alaihi wasallam bersabda:

فبينما هو كذلك إذ بعث الله المسيح ابن مريم فينزل عند المنارة البيضاء شرقي دمشق

Artinya: "Ketika ia dalam keadaan seperti itu tiba-tiba Allah mengutus Al-Masih bin Maryam. Lalu beliau turun si sisi Manaroh Baidho` [Menara Putih] disebelah timur Kota Damaskus..."

Hadits senada juga diriwayatkan Imam Ahmad, Abu Dawud, At-Turmudzi, Ibnu Majah, Al-Hakim, Ath-Thobroni, dan Ibnu Asakir.

Di mana keberadaan Manaroh Baidho`? Di Kota Damaskus Syria atau di Baitul Maqdis Palestina?

Dikalangan para ulama ada dua pendapat:

Pertama, para ulama mutaqoddimiin mengatakan Manaroh Baidho` ada di Kota Damaskus. Pernyataan itu ditegaskan Imam An-Nawawi, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Al-Hafizh Ibnu Katsir, dan Al-Hafizh Ibnu Rojab.

Al-Hafizh Al-Maqrizi meriwayatkan dalam Duror Al-'Uquud Al-Faridah Fi Taroojum Al-A'yaan Al-Mufiidah dari Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata: Aku mendengar Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:

( لينزلنّ عيسى ابن مريم على هذه المنارة ) ، ويشير إلى منارة جامع بني أمية الشرقية، وتكون يومئذٍ بيضاء .
وكانت حينئذٍ غير بيضاء فاحترقت بعد موت الشيخ، وأُعِيدَت وبيّضت

Artinya: "(Sungguh Isa Ibnu Maryam akan turun di menara ini)." Dan beliau menunjuk menara Masjid Bani Umayyah sebelah timur. Dan hari itu ia akan berwarna putih sedang ketika itu ia tidak putih. Lalu menara itu terbakar setelah wafatnya Syaikh, kemudian dibangun lagi dan warnanya putih."

Dalam Majmu Fatawa Ibnu Taimiyyah berkata:

والمسيح- صلى الله عليه وسلم وعلى سائر النبيين-لا بد أن ينزل إلى الأرض, على المنارة البيضاء شرقي دمشق, فيقتل الدجال ويكسر الصليب ويقتل الخنزير, كما ثبت ذلك في الأحاديث الصحيحة

Artinya: "Dan Isa Al-Masih semoga sholat dan salam dicurahkan kepadanya dan semua nabi, pasti akan turun ke muka bumi di Manaroh Baidho` sebelah timur Kota Damaskus. Kemudian beliau akan membunuh Ad-Dajjal, menghancurkan salib, dan memusnakan babi-babi sebagaimana sudah tetap dalam hadits-hadits shohih tentang hal itu."

Syaikh Al-Azhim Abadi dalam Aunul Ma'buud berkata:

المنارة بفتح الميم، قال النووي: وهذه المنارة موجودة اليوم شرقي دمشق، انتهى، وفي مرقاة الصعود للسيوطي قال الحافظ عماد الدين بن كثير: قد جُدّد بناء منارة في زماننا في سنة إحدى وأربعين وسبعمائة من حجارة بيض، وكان بناؤها من أموال النصارى الذين حرقوا المنارة التي كانت مكانها، ولعل هذا يكون من دلائل النبوة الظاهرة حيث قيض الله بناء هذه المنارة البيضاء من أموال النصارى لينزل عيسى عليه السلام

Artinya: "[Al-Manaroh] dengan huruf miim berharokat fathah; An-Nawawi mengatakan, "Menara ini hari ini ada ada disebelah timur Kota Damaskus". Dan As-Suyuthi dalam kitab Mirqood Ash-Shu'uud berkata: Al-Hafizh Imaduddin bin Katsir berkata: "Pembangunan menarah telah dilakukan kembali pada jaman kami tahun 741 H dari batu putih. Dana pembangunan itu diambilkan dari harta kaum nashrani yang telah membakar menara tersebut di tempat yang sama. Boleh jadi hal itu termasuk bukti-bukti kenabian yang terang karena Allah Ta'ala menggerakkan pembangunan Manaroh Baidho ` [Menara Putih] dari harta kaum nashrani agar kelak Isa 'alaihissalam turun di sana."

Syaikh Abdul Aziz bin Baz berkata:

قد تواترت الأحاديث عن رسول الله عليه الصلاة والسلام بالإخبار عن نزول عيسى ابن مريم عليه الصلاة والسلام وأنه ينزل في آخر الزمان في دمشق، وأنه يتوجه إلى فلسطين بعد نزول الدجال، وأنه يقتله هناك في باب لد والمسلمون معه

Artinya: "Telah mutawatir Hadits-hadits dari Rosulullah shollallaahu 'alaihi wassalam yang mengabarkan tentang turunnya Isa Ibnu Maryam 'alaihish-sholatu wassalam bahwa beliau turun di akhir jaman di Kota Damaskus. Setelah turunnya Ad-Dajjal beliau akan menuju Palestina. Dan beliau bersama kaum muslimin akan membunuh Ad-Dajjal di Babul Lud..."

Syaikh Sholih Al-Fauzan menegaskan:

المنارة البيضاء موجودة الآن وهي أحد مآذن المسجد الجامع الأموي شرقي دمشق

Artinya:"Manaroh Baidho` sekarang sudah ada. Ia merupakan salah satu menara adzan yang ada di Masjid Jami' Umawi yang terletak disebelah timur Kota Damaskus."

Kedua, sebagian ulama mutaakhkhirin mengatakan Manaroh Baidho` berada di Baitul Maqdis. Pernyataan ini adalah pendapat Al-Hafizh As-Suyuthi. Dan diikuti oleh Syaikh Ali Al-Qori dan sejumlah ulama.

Setelah menukil ucapan Al-Hafizh Ibnu Katsir tentang perbedaan tempat turunnya Nabiyullah Isa 'alaihissalam, Al-Hafizh As-Suyuthi dalam hasyisyah atau ta'liqohnya atas Sunan Ibnu Berkata:

حديث نزوله ببيت المقدس عند ابن ماجه وهو عندي أرجح

Artinya: 'Hadits turunnya Isa di Baitul Maqdis yang diriwayatkan Ibnu Majah menurut saya lebih kuat..."

Namun hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah tersebut didhoifkan sebagian imam.

Al-Hafizh Ibnu Rojab dalam Fadhoil Asy-Syam berkata:

وقد جاء من حديث أمامة وغيره ما قد يشعر بأن عيسى ينزل ببيت المقدس, وليست أسانيدها بالقوية. ويتعين حملها على تقدير صحتها على أنه يأتي بمن معه من المؤمنين إلى بيت المقدس من دمشق كما قاله ابن عباس وكعب, جمعا بينها وبين حديث النواس المخرج في الصحيح, وظاهر الحديث والآثار يدل على أن عيسى عليه السلام ينزل عند باب مدينة دمشق الشرقي

Artinya: "Dan telah datang dari hadits Umamah dan selainnya yang menyiratkan bahwa Isa akan turun di Baitul Maqdis. Namun sanad-sanadnya tidak kuat. Kalau ditakdirkan shohih maka harus dimaknakan bahwa Isa dan kaum mukminin datang dari Kota Damaskus menuju Baitul Maqdis seperti yang dikatakan Ibnu Abbas dan Ka'ab rodhiyallaahu 'anhuma sebagai bentuk penjamakan antara hadits tersebut dan hadits An-Nuwwas yang dikeluarkan dalam kitab Shohih Muslim. Dan zhohir hadits An-Nuwwas dan atsar-atsar itu menunjukkan bahwa Isa 'alaihissalam akan turun di sisi pintu Kota Damaskus sebelah timur."

Demikianlah tempat turunnya Nabi Isa 'alaihissalam di akhir jaman menurut hadits-hadits dan penafsiran para ulama Islam yang muktabar.

Ibnu Hajar Al-Haitami pernah ditanya tempat di mana Nabi Isa turun. Kemudian beliau rohimahullah menjawab:

الأشهر ما صح في مسلم أن ينزل عند المنارة البيضاء شرقي دمشق، وفي رواية بالأردن، وفي أخرى بعسكر المسلمين، ولا تنافي لأن عسكرهم بالأردن ودمشق وبيت المقدس من ذلك.

Artinya: "Yang masyhur adalah hadits shohih dalam kitab Shohih Muslim bahwa Nabi Isa akan turun di sisi Manaroh Baidho` disebelah timur Kota Damaskus. Dalam sebuah riwayat disebutkan di Jordania. Dan dalam riwayat lain lagi disebutkan di basis pasukan kaum muslimin. Namun semua riwayat itu tidak saling menafikan karena pasukan kaum muslimin posisinya ada di Jordania. Sementara Damaskus dan Baitul Maqdis termasuk bagiannya."

Oleh : Ust. Hafidin Ibnu Luthfie
Baca Juga