Virus Ini Tidak Mau Menyerang Muslim Malaysia -->

Iklan Semua Halaman

Virus Ini Tidak Mau Menyerang Muslim Malaysia

Admin
Jumat, 24 Januari 2020

Asianmuslim.com - Seorang istri bejat pulang ke Chicago seusai menyelesaikan tugas perusahaan di Hongkong. Chicago bukan kota tinggalnya dan suami. Ia ke sana mampir ke rumah mantan pacar demi keinginan berbuat yang tidak-tidak. Sebab mereka masih menjalin hubungan terlarang

Rupanya dari Hongkong si wanita karir membawa "oleh-oleh" yang akan menjadi inti cerita. Sejenis virus mematikan perusak syaraf. Bisa menyebar dari napas, tak ada obat, tak ada vaksinnya

Ia dan selingkuhannya mati tanpa bisa ditolong. Bahkan sang putra juga terinfeksi, hingga menyusul kepada maut. Untungnya si suami yang bermoral dan putrinya punya kekebalan alami

Itulah penggalan awal film Hollywood tentang pandemi mematikan. Keluarga di cerita dibentuk dari pernikahan janda beranak lelaki dengan duda beranak perempuan, makanya yang kebal hanya gen dari pihak suami.

Virus menyebar seperti berita hoax, pemerintah AS tak berkutik. Kehidupan sipil hancur berantakan, korban mencapai jutaan, masyarakat yang takut mati itu kelabakan

Virus adalah tokoh utama tak terlihat di film, ia terinspirasi oleh virus misterius yang muncul di Malaysia seusai krisis moneter membabak belurkan Asia pada 1998

Tingkat keberbahayaannya di atas virus Ebola. Angka kematian hingga 75%. Tidak ada yang bisa dilakukan kedokteran modern, selain hanya meringankan gejala atau dukungan medis yang sifatnya hipotesis. Korban akan merasakan gejala demam, pusing, kebingungan hingga akhirnya koma. Ada juga yang awalnya merasakan sakit pernapasan.

Mereka yang berhasil sembuh sekalipun, beberapa waktu ke depan dapat meninggal karena virusnya aktif lagi atau mati karena kerusakan parah syaraf dan batang otak

Pasien sembuh ini kehilangan kemampuan sebagai manusia normal. Kecerdasan menurun, ingatan rusak, perilaku berubah, kepribadian hilang, emosi berubah, kejang seumur hidup dan sebagainya.

Kembali ke awal 1999, malam itu Dr. Kaw Bing Chua tak sempat makan sejak pagi, ia masih bekerja dalam tekanan demi memecahkan siapa sang pembunuh misterius

Biologis keturunan China ini sibuk memakai mikroskop mencari sesuatu dari sampel yang dikumpulkan. Di sana ditemukan jasad renik itu, yang belum diketahui oleh seluruh ilmuwan di seluruh dunia. Jika Chua dan timnya membuat kesalahan, dan sampel virus lepas, mereka akan sakit atau tewas seperti ratusan warga keturunan China di Malaysia. Sementara identifikasi virus gagal dilakukan

Awalnya wabah membuat Babi sekarat, dan kota kecil itu menjadi bau bangkai. Manusia juga ikut sakit. Kota berubah mati, banyak orang sakit, banyak kematian, orang-orang sehat tak bisa keluar karena karantina.

Pemerintah Malaysia malah menduga virus disebarkan Nyamuk. Meminta warga tak panik. Pengasapan akan menghilangkan penyebaran penyakit

Dr Chua yakin dijadikannya Nyamuk sebagai tersangka merupakan kesalahan besar, karena ada petunjuk aneh, bahwa tidak ada satupun Muslim yang jatuh sakit. Bagaimana bisa Nyamuk menularkan penyakit berdasarkan agama, bisakah Nyamuk memilih desa orang China dan menjauhi desa Muslim?

Chua mengidentifikasi para korban adalah warga Pecinan, lebih spesifik lagi keluarga pemelihara Babi. Karenanya masuk akal jika tak ada Muslim yang sakit. Lhawong Babi pasti dijauhi

Sayang, tidak ada yang percaya padanya. Maka ia bergegas mengambil tindakan sendiri. Mengambil sampel dan atas bantuan profesornya, Chua menemukan lab dan berhasil mengetahui jenis virusnya. Yaitu virus paramyxo yang tidak mungkin ada pada Nyamuk, melainkan hewan ternak! Dan satu-satunya tersangka di sini adalah Babi alias Khinzir kalau di Arab.

Virus paramyxo memiliki keunggulan dalam menyebar, ia bisa menginfeksi lewat paru-paru dan menular dengan kontak udara. Chua sadar betapa mengerikan ancamannya, terlambat berarti tak terelakkan lagi si virus keluar dari area karantina. Apalagi jika virus terbawa menyeberang ke Singapura dan masuk pesawat, maka ia tak akan terbendung lagi untuk membantai manusia di seluruh dunia. Singapura adalah kota bandar layaknya Hongkong di film Hollywood. (Untung belasan kasus radang otak di Singapura saat itu bisa diatasi, diduga terkait virus juga).

Syukurlah, pemerintah Mahathir Muhammad mau mendengarkan temuan Chua.

Percuma melawan Nyamuk mbah. Mereka tak bersalah. Pemerintah mengubah bidikan, saatnya melawan Babi!

Tentara turun tangan. Maklum, pembasmian ini menyasar hingga 1,1 juta Khinzir. Satu per satu dimasukkan ke lubang dan dibedili

Awali Muniandy, pegawai dinas peternakan keturunan India, saat itu ikut dalam pemusnahan massal. Ia melihat Babi yang masih hidup menangis menjerit melihat kawannya didor duluan.

Setelah pengorbanan jutaan Nyamuk tak bersalah, keputusan pemerintah Malaysia atas saran Dr. Chua sangat tepat. Pasca pemusnahan Khinzir, tak ada lagi manusia yang tertular. Walau industri peternakan Babi Malaysia ikut jatuh, padahal selama beberapa dekade berkembang dengan pasar keluarga China yang menikmati pertumbuhan ekonomi.

Kejayaan industri Babi ini membuat virus pun berjaya ketika berhasil mencapai kandang, artinya ada tempat produksi virus massal.

Virus juga telah memiliki nama, yaitu Nipah merujuk nama Kampung Pecinan Sungai Nipah.

Tapi jangan berburuk sangka dulu pada Babi, mereka bukanlah tersangka pembawa awal virus. Babi memang terkenal sebagai jalan tol virus berbahaya sebelum menginfeksi manusia. Entah karena kedekatan genetis atau sebab apa, saya bukan ahli biologi.

Dalam kasus Nipah, setelah bertahun-tahun baru diketahui jika pembawa alaminya adalah Kelelawar buah. Artinya masih ada jutaan tersangka pembawa di luar sana, masih terbang bebas di kawasan Asia Tenggara dan Selatan. Lebih menakutkan lagi, ternyata tak perlu lewat Babi supaya menular ke manusia. Dari jejak Kelelawar bisa langsung menular.

Beberapa waktu lalu, di Kerala, India, dua bersaudara dan bibinya tewas setelah memakan Mangga bekas gigitan si Codot. Secara total 17 orang meninggal akibat Nipah di India tahun ini. Menginfeksi puluhan orang dengan cepat. Dimana staf medis adalah kelompok yang paling beresiko karena orang sakit di masa kini tak lagi mendatangi dukun.

Di Bangladesh pun terdapat kasus dimana orang-orang sakit setelah meminum air sadapan pohon Kurma, diyakini pohon itu telah diludahi atau dikecingi Codot

Total, sejak kasus Malaysia sudah ada sekitar 700 orang sakit, yang meninggal juga ratusan.

Hikmah cerita ini, sejak membaca dan mencari tahu tentang si virus saya merasa jadi kurang tenang untuk makan Mangga atau buah-buahan lain yang juga santapan Codot.

Sekian..

Jagalah alam bebas agar virus-virus berbahaya di tubuh hewan liar tidak melompat ke populasi manusia. Jika habitat rusak, mereka terpaksa hidup di dekat manusia. (Emir)
Baca Juga