Tuntutan Wudhu Ringkas, Menurut Riwayat Utsman bin Affan

Iklan Semua Halaman

Tuntutan Wudhu Ringkas, Menurut Riwayat Utsman bin Affan

Admin
Kamis, 13 Februari 2020

Asianmuslim.com - Secara garis besar, hal-hal yang wajib dilakukan dalam berwudhu sudah diterangkan. Namun praktiknya secara lengkap perlu diulas. Setiap orang yang akan melaksanakan wudhu hendaknya mengikuti langkah-langkah berikut agar mendapatkan kesempurnaan sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah saw.:

Pertama-tama membasuh kedua belah tangan sampai pergelangan terutama bagi orang yang baru bangun dari tidur karena ada perintah dari Rasulullah saw dalam sabdanya, “Apabila seseorang bangun dari tidur maka jangan memasukkan tangannya ke dalam wadah air kecuali setelah membasuhnya tiga kali, karena ketika tidur ia tidak tahu di mana posisi tangannya."

Setelah itu bersiwak atau bersiwak terlebih dahulu. Bersiwak sebelum berwudhu sangat penting sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah saw.

“Seandainya aku tidak khawatir memberatkan umatku, sungguh akan aku perintahkan mereka untuk bersiwak pada setiap kali berwudhu.” (HR. Bukhari).

Menampung air di kedua telapak tangan yang sebagiannya dibuat kumur-kumur dan sisanya dihirup ke hidung. Hal itu dilakukan sebanyak tiga kali. Bisa juga dengan cara lain, yaitu berkumur-kumur tiga kali kemudian menghirup air ke hidung tiga kali. Namun, cara yang pertama lebih utama.

Membasuh muka tiga kali dengan cara menampung air di kedua telapak tangan kemudian air dijatuhkan di bagian atas muka dan didorong ke seluruh bagian muka dengan tangan hingga merata.

Selanjutnya membasuh kedua tangan sampai kedua sikut dengan cara menampung air di kedua telapak tangan kemudian diangkat hingga air jatuh ke bagian lengan tangan sampai di bagian sikut dan dengan diikuti gosokan tangan sebelah hingga merata.

Hal itu dilakukan pada tangan kanan tiga kali kemudian pada tangan kiri tiga kali. Cara ini yang paling utama. Namun, boleh saja basuhan dimulai dari bagian sikut kemudian air mengalir ke bagian ujung tangan sebagaimana yang dilakukan ketika air mengalir dari keran.

Menyapu kepala atau rambutnya dengan kedua telapak tangan setelah dibasahi air, dimulai dari bagian depan kepala digeser ke bagian belakang kemudian ditarik lagi ke depan. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Utsman ra, menyapu kepala tidak disebutkan tiga kali, tetapi dalam riwayat Abu Dawud dari Ali ra, disebutkan hanya satu kali. Oleh karena itu, para ulama yang berpegang kepada dzahirnya hadits tidak menyunnahkan tiga kali dalam menyapu kepala melainkan cukup satu kali saja.

Setelah menyapu kepala satu kali, langsung menyapu kedua telinga dengan memasukkan jari telunjuk di lubang telinga kemudian diputar di sekitar lekak lekuk daun telinga bagian dalam. Sementara daun telinga bagian belakang disapu dengan ibu jari dari bagian bawah ke bagian atas. Dalam hadits riwayat Nasai dan Abu Dawud, hal itu tanpa keterangan membasahi ulang jari jemari tangan setelah menyapu kepala. Namun dalam riwayat Muslim dan Baihaqi, ada ketegasan mengambil air baru atau membasahi jari lagi untuk menyapu telinga.

Membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki; dimulai dengan kaki kanan tiga kali kemudian kaki kiri tiga kali. Cara yang utama untuk membasuh kaki ini dengan mengangkat sebelah kaki kemudian dituangkan air sambil digosok-gosok dengan tangan.

Demikianlah cara berwudhu dengan tertib yang diajarkan oleh Rasulullah saw, sebagaimana yang dicontohkan Utsman bin Affan ra dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim. Setelah selesai mencontohkan wudhu tersebut, beliau mengatakan, seperti itulah aku melihat Rasulullah saw. berwudhu.

Bebeberapa Keutamaan Wudhu

Untuk mencapai kesempurnaan wudhu, kita harus memulainya dengan membaca basmalah ketika akan berwudhu kemudian melakukan cara wudhu yang dijelaskan di atas dan ditutup dengan membaca do'a berikut:
'"Aku bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah semata yang tidak ada sekutu bagiNya dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah hamba Allah dan utusanNya."

Do’a tersebut terdapat dalam hadits riwayat Imam Muslim yang menjelaskan, barangsiapa yang berwudhu dengan sempurna kemudian membaca do’a ini maka pintu-pintu surga dibukakan baginya dan dipersilahkan untuk masuk dari pintu yang mana saja. Dalam riwayat Tirmidzi ada tambahan sebagai berikut:

"Ya Allah, jadikanlah aku ini termasuk bagian orang-orang yang banyak bertaubat dan senang bersuci.”

Selain menyucikan kotoran hadats yang menghalangi sahnya ibadah yang disyaratkan dalam keadaan suci, wudhu juga dapat memebersihkan kotoran-kotoran batin, berupa dosa-dosa maksiat. Rasulullah saw menjelaskan hal tersebut dalam sabdanya.

“Apabila seorang hamba muslim atau mukmin melakukan wudhu kemudian membasuh mukanya maka segala kesalahan yang dilakukan oleh pandangan kedua matanya akan keluar dari wajahnya bersama air atau bersama tetesan terakhir air wudhu. Apabila ia membasuh kedua tangannya maka segala kesalahan yang dilakukan tangannya akan keluar bersama air atau bersama tetesan terakhir air wudhu. Apabila ia membasuh kedua kakinya maka segala kesalahan yang dilakukan oleh kakinya akan keluar bersama air atau bersama tetesan terakhir air wudhu. Dengan demikian, ia akan menjadi bersih dari dosa dan noda." (H R. Muslim).

Pengaruh wudhu tidak hanya berdampak dalam kehidupan di dunia, melainkan sampai di akhirat nanti. Seorang muslim yang senantiasa berwudhu minimal ketika akan melaksanakan shalat lima waktu yang tidak dapat ditinggalkan, di hari kiamat nanti akan terlihat dan nampak bersinar dan bercahaya sesuai dengan sering atau kurangnya berwudhu waktu di dunia.

Rasulullah saw memberi keterangan tentang hal itu dalam sabdanya:

"Sesungguhnya umatku akan dipanggil (menghadap Allah) di hari kiamat dangan keadaan wajah cemerlang sedang kaki dan lengan bersinar karena bekas basuhan air wudhu. Barangsiapa yang mampu melebarkan basuhan muka maka hendaknya melakukannya." (HR. Bukhari dan Musim).

Demikian penjelasan singkat mengenai tata cara wudhu bagi pemula. Semoga penjelasan pada tulisan diatas membantu anda yang sedang belajar wudhu dengan benar.