Alokasikan 18 M untuk Corona, Edy Rahmayadi: Nyawa Manusia Lebih Penting dari Apapun

Iklan Semua Halaman

Alokasikan 18 M untuk Corona, Edy Rahmayadi: Nyawa Manusia Lebih Penting dari Apapun

Admin
Selasa, 17 Maret 2020

Asianmuslim.com - Pemerintah provinsi Sumatera Utara menetapkan status siaga, terkait penyebaran virus Corona (Covid-19), yang juga sudah menyebar sejumlah wilayah di Indonesia.

Terkait itu, Pemprov melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menganggarkan anggaran sebesar Rp18 miliar untuk penanggulangan Corona di Sumut.

"Kita akan siapkan dana tak terduga dari BPBD Sumut yang bersisa Rp18 miliar dari total Rp30 miliar yang dianggarkan, dimana Rp12 miliarnya sudah dialokasikan untuk korban bencana longsor dan banjir bandang Labura, Tapanuli Tengah dan Mandailing Natal Natal waktu yang lalu. Bila itu kurang akan kita anggarkan di PAPBD, karena nyawa orang adalah penting dari apapun. Saya tidak akan menghitung-hitung dana yang akan habis untuk menyelamatkan rakyat," tutur Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Senin (16/3/2020).

Hal itu dikatakan Edy saat memimpin rapat di Kantor Gubsu Jalan Diponegoro, Medan.

Guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 di daerah ini, kata Gubsu, Pemprov telah mengambil langkah cepat mulai dari pembentukan Satuan Tugas (Satgas), menyediakan anggaran darurat hingga menambah fasilitas rumah sakit rujukan.

Hadir dalam pertemuan itu Wakil Gubernur Musa Rajekshah, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) R Sabrina, Plt Walikota Medan Akhyar Nasution, Kepala OPD Pemprovsu, perwakilan rumah sakit pemerintah/swasta, TNI/Polri dan pejabat terkait lainnya.

Gubernur menegaskan, hingga saat ini berdasarkan keterangan tim medis belum ada yang positif Covid-19. Namun ada tiga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di ruang isolasi RS Adam Malik dan satu orang lagi sedang dalam perjalanan menuju RS Adam Malik.

Karena telah ada tiga orang pasien berstatus PDP, Gubernur pun mengatakan bahwa saat ini Sumut memberlakukan status Siaga Covid-19. Penetapan status ini menurutnya tidak boleh sembarangan, namun ada beberapa kondisi yang menjadi pertimbangan.

"Kita harus pelajari terlebih dahulu apakah sudah menggangu kesehatan, pendidikan, keamanan, ekonomi dan hukum yang ada Sumut." katanya.


Source: Tobasatu
Baca Juga