Beda Sikap Hadapi Musibah antara Qadariyah, Jabariyah dan Ahlus Sunnah, Kamu yang Mana?

Iklan Semua Halaman

Beda Sikap Hadapi Musibah antara Qadariyah, Jabariyah dan Ahlus Sunnah, Kamu yang Mana?

Admin
Kamis, 19 Maret 2020

Asianmuslim.com - Upaya para ulama dalam menghasilkan ijtihad dalam menyikapi musibah corona ternyata masih belum diterima kaum muslimin secara mutlak. Dan berujung pada kebingungan hendak ambil fatwa yang mana? Tulisan ini mungkin akan sedikit membantu anda untuk mengambil sikap dengan melihat perbandingan tiga aliran yang ada.

Berikut ini pemahaman Ahlusunnah yang benar dalam menyikapi musibah, bukan dengan cara Qodariyah atau Jabariyah.

1. Qodariyah

Qadariyah (bahasa Arab: قدرية‎) adalah sebuah ideologi dan sekte bid’ah di dalam akidah Islam yang muncul pada pertengahan abad pertama Hijriah di Basrah, Irak. Kelompok ini memiliki keyakinan mengingkari takdir, yaitu bahwasanya perbuatan makhluk berada di luar kehendak Allah dan juga bukan ciptaan Allah. Para hamba berkehendak bebas menentukan perbuatannya sendiri dan makhluk sendirilah yang menciptakan amal dan perbuatannya sendiri tanpa adanya andil dari Allah.

Ketika musibah menimpa, mereka hanya mengandalkan ikhtiar manusiawi tanpa ada keyakinan iman dan tawakal kepada Allah, bahwa semuanya Allah Ta’ala yang telah menentukan.

  • “Kalau usaha ini kita dilakukan, pasti kita tidak akan terjangkau virus Corona”.
  • “Kita hidup di alam ilmiah, semua ada penjelasannya. Kalau kita masiv melakukan tindakan pencegahan, pasti kita akan aman dari wabah ini. Aman tidaknya kita, tergantung kita sendiri.”

Itulah di antara ucapan yang sering dilontarkan kaum Qodariyah.

2. Jabariyah

Jabariyah adalah sebuah ideologi dan sekte bidah di dalam akidah yang muncul pada abad ke-2 hijriah di Khurasan. Jabariyah memiliki keyakinan bahwa setiap manusia terpaksa oleh takdir tanpa memiliki pilihan dan usaha dalam perbuatannya. Tokoh utamanya adalah Ja’ad bin Dirham dan Jahm bin Shafwan.

Ketika musibah atau wabah menimpa, mereka terlalu mengedepankan tawakal kepada Allah Ta’ala sehingga mengabaikan ikhtiar manusiawi dalam menanggulangi wabah.

  • Semua sudah diatur sama Allah, ndak usah kita takut keluar rumah. Beraktivitas dan berinteraksilah dengan sesama manusia seperti biasa.”
  • “Orang beriman yakin virus Corona adalah makhluk Allah juga, tidak akan menular kecuali dengan ijin Allah. Tertular atau tidaknya, sudah takdir Allah. Jangan takut, tetaplah beraktivitas dan beribadah seperti biasa.

Inilah ucapan yang sering dilontarkan kaum Jabariyah.

3. Ahlusunnah Wal Jamaah

Adapun Ahlussunah mereka memiliki keyakinan yang berada dipertengahan antara Qodariyah dan Jabariyah. Menurut akidah Ahlussunnah mengenai takdir, bahwa setiap manusia memiliki pilihan dan kebebasan dalam menentukan kehendak, manusia diperintahkan untuk berusaha yakni diperintah berbuat baik dan dilarang berbuat kejahatan, dijanjikan pahala atau diancam siksa atas konsekuensi dari perbuatannya. Namun apapun yang akan dilakukannya dibawah kehendak Allah Ta’ala dan sudah ditetapkan (telah tertulis) dalam takdir-Nya, yang mana setiap makhluk tidak pernah mengetahui bagaimana takdirnya (baik atau buruk) kecuali setelah terjadinya (berlakunya) takdir itu.

Sehingga menyikapi wabah Corona yang sekarang sedang menimpa, kaum Ahlusunnah tetap tawakal kepada Allah Ta’ala, namun tidak menghilangkan ikhtiar manusiawinya. Mereka selain akan tetap bertawakal kepada Allah Ta’ala, juga akan terus berikhtiar dan menjauhkan diri, keluarga dan seluruh ummat dengan segala bentuk perlindungan diri terhadap menyebarnya virus Corona tersebut, juga mengikuti kebijakan ahli kesehatan dan pemerintah pusat dan daerah terkait penyebaran dan perlindungan diri terhadap virus Corona ini.

Semoga kaum muslimin khususnya dan seluruh manusia segera diberikan kebaikan dan solusi dari wabah Corono ini. Aamiin.

Oleh: Ustadz Abu Yusya’

Sumber dari: https://wahdah.or.id/hadapi-musibah-dengan-cara-ahlusunnah-bukan-qodariyah-atau-jabariyah/
Baca Juga