Biografi Dr. Tirta Mandira Hudhi, Mualaf Keturunan Tionghoa yang Menjadi Pengusaha hingga Pahlawan Kemanusiaan -->

Iklan Semua Halaman

Biografi Dr. Tirta Mandira Hudhi, Mualaf Keturunan Tionghoa yang Menjadi Pengusaha hingga Pahlawan Kemanusiaan

Admin
Minggu, 29 Maret 2020


Asianmuslim.com - Mungkin ada diantara kita yang belum tau siapa Dokter Tirta Mandira Hudhi? Wajar saja namanya mulai muncul di publik seiring dengan merebaknya covid-19 di Indonesia. Dengan latar belakang pendidikan kedokteran tentu paham betul segala yang berkaitan dengan penyakit dan pentingnya kesehatan. Dengan kapasitasnya itu beliau kerap mengedukasi masyarakat akan pentingnya membangun kesadaran dalam menghadapi pandemi covid-19.

Dokter Tirta adalah sosok dokter muda yang belakangan ini menjadi buah bibir di dunia maya setelah tampil di televisi dalam sebuah acara. Dokter muda dengan gaya anak punk ini menjadi daya tarik tersendiri dan mengundang rasa penasaran. Siapa dokter Tirta? Apa kiprah dan perannya bagi bangsa ini?

Berikut ini adalah sekelumit riwayat hidupnya yang banyak pelajaran berharga yang bisa kita petik dan direfleksikan dalam kehidupan kita.

Biografi Dr. Tirta Mandira Hudhi

Beliau adalah seorang keturunan Tionghoa. Lahir di kota Surakarta dan besar di Yogyakarta. Semasa sekolah SD SMP dan SMA selalu mendapat Rangking 1 dan sering menjuarai Olympiade Matematika, Kimia, Fisika dll.

Seiring dengan berjalannya waktu saat kuliah beliau mendapat Hidayah masuk Islam. Tepatnya saat kuliah di FK UGM pada tahun 2009-2012. Sebagai anak yang cerdas secara akademik beliau Lulus kuliah di FK UGM dengan Predikat Cum Laude.

Baca juga: Ketika Ibnu Hajar Al Astqalani Berbicara Wabah Endemik di Zamannya

Meskipun seorang mahasiswa kedokteran namun Dr. Mandira memiliki bakat entrepreneur. Bahkan bakat berdagang sudah dimulai sejak kuliah semester 1 dengan berjualan Gorengan di depan Pos Satpam UGM, saat berjualan Gorengan banyak Mahasiswa lain yang meremehkannya karena dianggap ngga level Mahasiswa Kedokteran jualan Gorengan? Namun beliau Tidak menghiraukan hal itu, bahkan bakat bisnisnya menuntut beliau untuk membuka usaha lain. Tidak berhenti sampai disitu kemudian beliau jualan Jam yang dijual di Kampus UGM dengan merek atas ide dia dengan memasang Logo Merk MONOL yang Trend saat itu.

Setelah lulus kuliah beliau kemudian menjadi Dokter di sebuah Puskesmas di Jogja dan RS UGM.

Stelah itu dia Hijrah ke Jakarta untuk membuka usaha dengan menyewa sebuah Ruko dikawasan Blok M, karena keterbatasan modal yang beliau miliki akhirnya hanya bisa bayar sewa Kios setahun.

Selama di Blok M dia biasa tidur didepan Kios & bergaul dengan para Preman, Pedagang Kaki 5,Tukang Parkir. Karena kebiasaannya itu beliau dapet julukan China Emperan karena tidur di emperan Toko.

Saat usaha yang ditekuninya kian berkembang beliau Sukses buka usaha di Blok M maka beliau merekrut banyak Preman, Pedagang Kaki 5 sebagai Karyawannya. Perlu digaris bawahi beliau sejak mulai usaha tidak pernah Minjam Modal ke Bank.

Baca juga: Dokter Katholik ini Benarkan Metode Nabi Muhammad dalam Menangani Pandemi Virus

Dokter Tirta dikenal Jago Marketing barang-barang Sepatu Lokal & sukses buka usaha dengan brand Shoes and Care dengan 47 Cabang. Berkat usahanya inilah beliau mampu membeli Mobil-mobil Mewah Merk Ducati, BMW dll.Tapi stelah itu semua Mobil Mewahnya dijual karena dapat ciutan dari karyawannya yang akhirnya sekarang beliau cuma punya 1 mobil & 2 Motor yang dipakai untuk Operasional sehari-hari.

Dokter Tirta  orang yang nge Fans sama Sandiaga Uno & Sandiaga Uno memuji Dokter Tirta dengan menyebutnya sebagai Dokter yang Cerdas & Unik, sekarang bekerjasama dengan Sandiaga Uno dalam pengembangan Usaha Produk-produk Lokal.

Nama beliau mulai dikenal publik saat tampil di TV One. Dalam tayangan ILC saat itu beliau tampil memukau dalam menyampaikan gagasan-gagasanya terkait penanggulangan corona. Beliau menyampaikan agar pemerintah mendesak Pemerintah untuk mengkarantina Wilayah kota-kota di Indonesia.

Kisah Hidup Semasa Kecil

Dalam cuitannya  di twitter dr. Tirta menceritakan banyak hal tentang masa kecilnya. Perlu disampaikan ulang Beliau sebenarnya adalah Dokter, yang sekarang menjadi salah satu Yang terdepan dalam memerangi dan melawan Virus Corona di Indonesia.

Bukan tanpa alasan mengapa beliau begitu serius menyikapi wabah corona. Pada usia beliau 8 tahun, beliau terinfeksi TBC. Penyakit TBC adalah endemik di indonesia. Kematian dan jumlah kasus di Indonesia sangat tinggi. Penyebaran airbone disease dan beliau 8 tahun tertular TBC dari temannya.

Semenjak itu beliau harus ikut program 6 bulan terapi, namun ternyata gagal, maka ditambah ekstra 4 bulan baru sembuh. Total program pengobatan 10 bulan. Namun setelah sembuh dari TBC beliau diprediksi akan menjadi orang yang sakit-sakitan.

Saat melakukan check up kesehatan paru-parunya selalu terlihat flek. Dan baru sembuh stelah program. Setelah penyembuhan tersebut beliau terkena berbagai macam penyakit pernafasan, seperti Faringitis, laringitis, tonsilitis, Bronkitis Dan sinusitis. Ini dijalani sampai SMA.

Meski ditimpa dengan berbagai penyakit tidak menghalangi prestasi akademik. Saat di sekolah beliau menyabet gelar siswa teladan. Semenjak SD, SMP dan SMA beliau mewakili kota Solo untukengikuti olimpiade matematika.

Setelah lulus SMA beliau  memutuskan masuk kedokteran, selain karena standar tertinggi, beliau ingin buktikan, sebagai siswa lulusan SMA swasta yang bisa tembus UGM. Dan ternyata benar beliau pun tembus fakultas kedokteran UGM.

Sebenarnya selain diterima di FK UGM, beliau juga ditetrima juga jalur prestasi di FK Undip. Namun beliau lepas. Dan tetap memilih UGM karena penasaran.

Sebagai anak berprestasi skripsi beliau kelar di semester 6, dan dengan nilai bagus, Prof. Iwan dan dr Jarir menawarkan beasiswa sebagai peneliti ke belanda. Namun tawaran tersebut beliau tolak dengan alasan ingin mengembangkan usahanya di Shoes and care selain itu ingin fokus bergerak di IGD.

Namun karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan maka beliau memutuskan memilih rehat menjadi dokter IGD, dan berjuang mengembangkan usaha @shoesandcare dengan merekrut anak jalanan sebagai karyawan. Semenjak itulah beliau berjuang sebagaidokter edukasi dan pengusaha.

Baca juga: Pemuda Asal Banyumas ini Sumbangkan Hotelnya untuk Homestay para Nakes

Keputusan beliau menekuni usahanya adalah berkat nasehat dosennya Prof Iwan  “jadi dokter ga selalu berjuang di belakang jas praktek, bisa di kursi laen, di situ ide kamu akan berguna, ga hanya buat pasien, tapi buat temenmu, tenaga medis, tirta, berjuanglah dengan caramu sendiri, tabunglah uang dr usahamu, berjuang, naekkan derajat tenaga medis, amankan pasien, buat rs, Siapa tau kamu bisa!”

Alasan Dr. Tirta Berjuang Mati-matian Lawan Corona

Singkat crita 1-2 minggu sebelumnya beliau dapet kabar bahwa Prof Iwan terkena infeksi corona. Disitulah beliau mati-matian, beliau tidak mau melihat temen dan para tenaga medis, down, beliau vberjuang. Belanja masker dari kantong sendiri, beli APD sendiri, dan akhirnya beliau di undang BNPB.

Dari sinilah beliau mengkoordinasi semua sumbangan influencer, membuat program untuk membantu mengurangi rate infeksi covid 19 di Jakarta dan Indonesia. Dan semua biaya yang dikeluarkan adalah uang pribadi.

Diantara Program yang beliau lakukan bersama team dan dibantu fatur ex presma UGM adalah:

1. Memasang 1000 disinfection chamber di Jakarta
2. Membagi APD bagi temen temen medis di faskes
3. Memberikan nutrisi bagi tenaga medis
4. Edukasi Phbs (hidup bersih sehat) ke masyarakat
5. Memastikan Amannya SOCIAL DISTANCING

Beliau berjibaku 14-15 jam dalam sehari. Bahkan kadang sampai 20 jam. Saat berita wafatnya prof Iwan beliau sangat terpukul. Dan semenjak itulah akhirnya beliau memutuskan untuk meneruskan legacy beliau. Beliau bertekad untuk membantu sebisa mungkin sebanyak-banyaknya rumah sakit. Beliau bertekad berjuang menekan jumlah korban covid-19 sampai titik darah penghabisan.

Baca juga: Biografi Syaikh Rasyid Jabr, Dokter Spesialis dan Aktivis Dakwah Asal Mesir

Saat ini beliau sedang bed rest karena kelelahan setelah menghabiskan waktunya mendistribusikan APD, makanan, dan segala kebutuhan medis ke RS di seluruh Indonesia dan berbagai macam kebutuhan untuk para pedagang kaki lima, ojol dan rakyat kecil. Mari kita doakan agar beliau segera dipulihkan kesehatanya. Dan Alloh beri kesehatan seperti sedia kala. Disembuhkan dari berbagai penyakit dengan kesembuhan yang sempurna. Syafakalloh bang Tirta.
Baca Juga