Payakumbuh Siap Lockdown, Walikota : Saya Bertanggung jawab Dunia Akhirat

Iklan Semua Halaman

Payakumbuh Siap Lockdown, Walikota : Saya Bertanggung jawab Dunia Akhirat

Admin
Sabtu, 28 Maret 2020

Asianmuslim.com - Wali Kota Payakumbuh, Riza Malepi menegaskan, kota yang dipimpinnya itu tertutup sementara bagi pendatang dan orang yang datang dari luar kota Payakumbuh terutama yang berasal dari daerah terjangkit pandemi Virus Corona (Covid19).

Memastikan hal itu, Pemko Payakumbuh membentuk Tim Gugus Tugas untuk melakukan pemantauan di pintu masuk (keluar) ke kota itu sekaligus menindaklanjuti semua kasus yang ditemukan. Camat, lurah dan pengurus RW dan RT juga diminta aktif melakukan pemantauan pada setiap tamu dan pendatang baru.

"Ini tanggung jawab saya dunia akhirat pada masyarakat Payakumbuh," tegas Riza Falepi terkait kebijakannya menutup (lockdown) secara terbatas Kota Payakumbuh itu, Jumat (27/3/2020).

Kebijakan yang dilahirkan setelah rapat dengan pimpinan OPD, Forkopimda dan unsur terkait itu, kemudian dituangkan dalam Instruksi Wali Kota Payakumbuh No: 5 Tahun 2020 tentang Pembatasan dan Pengetatan Aktivitas Warga dan Aksesibilitas Keluar Masuk Kota Payakumbuh.

Instruksi ini ditujukan pada seluruh ASN di Setdako Payakumbuh, instansi vertikal, MUI Payakumbuh, Dewan Masjid Payakumbuh serta tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat.

Bagi tamu (pendatang) yang lolos masuk ke dalam kota, tegas Riza, wajib untuk melaporkan dan memeriksakan dirinya ke Posko Covid19 di wilayah masing-masing. "Setelah melapor, melakukan prosedur isolasi mandiri," tegasnya.

Selain membatasi lalu-lalang orang, instruksi ini juga membatasi arus masuk barang (produk) ke dalam kota. "Bongkar muat barang serta kebutuhan pokok secara langsung ke pasar, tidak dibolehkan lagi," tegasnya.

"Aktivitas bongkar muat, selanjutnya dilakukan di titik yang telah ditetapkan sepanjang jalan lingkar utara dan disterilisasi sebelum didistribusikan ke pasar-pasar dengan kendaraan ukuran kecil," tambah Riza.

"Pengusaha jasa pengiriman paket, mesti mensterilisasi barang hantarannya sebelum diantarkan kurir ke alamat penerima," tegasnya.



Riza juga menelurkan kebijakan, memberhentikan sementara pelayanan masyarakat yang diberikan di Mall Pelayanan Publik Kota Payakumbuh dan kebutuhan pelayanan langsung ke dinas terkait.

"Perjalanan dinas keluar daerah bagi ASN juga dilarang, demi kemaslahatan masyarakat dan kepentingan kemanusiaan," tegasnya.

"Resepsi pernikahan selama masa tanggap darurat pandemi Covid19 juga dilarang sampai keadaan normal kembali. Satpol PP dan aparat keamanan lainnya diberikan kewenangan untuk melakukan pembubaran kegiatan sekaligus memerintahkan kembali ke rumah masing-masing."

Sebelum pembatasan dan pengetatan ini diterapkan, Riza memberikan toleransi selama tiga hari bagi setiap elemen masyarakat. "Camat dan lurah bersama KAN, ninik mamak, LPM, Karang Taruna serta perangkat RW dan RT, proaktif mendorong masyarakat untuk tinggal di rumah, melarang pertemuan dan khusus penduduk usia 60 tahun ke atas agar tetap di rumah," pintanya.

Riza juga memerintahkan pada Dinas Kesehatan Payakumbuh, untuk menyediakan alat pelindung diri (APD) bagi dokter dan paramedis yang menangani pasien dan suspect Covid19 serta menambah ruang isolasi pasien di RSUD Adnan WD dan RSI Ibnu Sina.

Walaupun begitu, Riza masih memberi ruang bagi lalu lintas keluar masuk orang dalam kondisi darurat. "Masing-masing pimpinan Forkopimda bisa memberikan izin khusus dengan mengkoordinasikannya dengan Posko Penanggulangan Covid19 di masing-masing daerah," terangnya. (kyo)

Source: Valora.co.id
Baca Juga