Profesor Jackie Ying, Mualaf Wanita Asal Singapura Penemu Tes Covid-19 Tercepat di Dunia

Iklan Semua Halaman

Profesor Jackie Ying, Mualaf Wanita Asal Singapura Penemu Tes Covid-19 Tercepat di Dunia

Admin
Sabtu, 28 Maret 2020

Asianmuslim.com - Mualaf berprestasi. Penemu alat tes corona dalam waktu cepat 5-10 Menit saja. Profesor Jackie Ying, adalah kepala Lab NanoBio di Agensi untuk Sains, Teknologi dan Penelitian (lembaga ini memiliki Akreditasi A skala internasional), dan timnya telah menemukan tes cepat yang dapat mengetahui apakah seseorang memiliki Covid-19 hanya dalam waktu 5-10 menit. Jika berhasil launching, ini akan menjadi tes tercepat pertama di dunia untuk Covid-19.

Mereka berharap tes ini sudah disetujui fihak berwenang dalam waktu satu bulan. Alat Tes ini adalah mencari bahan genetik virus dalam sekresi pasien yang dikumpulkan dari kapas sample.

Sampel ini kemudian dimasukkan ke dalam perangkat portabel yang akan memberikan hasil sekitar 5 hingga 10 menit, menggunakan metode amplifikasi yang sangat cepat yang mereka beri nama "CEPAT".

Mengutip laman Straitstimes, alat ini diklaim memiliki hasil yang sangat akurat berdasarkan uji coba yang telah dilakukan.

"Kami telah melakukan beberapa validasi klinis awal di Rumah Sakit Wanita dan Anak-Anak KK menggunakan sampel pasien nyata, dan menemukan tes itu sangat sensitif dan akurat." kata Prof Ying.

Setelah disetujui, teknologi tersebut dapat digunakan untuk membuat kit semacam itu untuk digunakan di rumah sakit. Itu juga akan diadaptasi untuk digunakan di klinik dokter umum, kata Prof. Ying.

Dia dan timnya adalah di antara para peneliti di sini dan di seluruh dunia yang berlomba untuk menemukan alat tes yang dapat memberi tahu Anda jika Anda memiliki Covid-19 jauh lebih cepat daripada tes lab standar saat ini. Tantangannya, kata Prof  Ying, adalah mengembangkan diagnostik yang cepat dan akurat yang dapat dilakukan tanpa menggunakan mesin yang mahal.


Ketika pandemi tumbuh, sorotan semakin jatuh pada pengujian berbagai cara untuk menekan penyebaran covid-19 karena kekurangan itu berpotensi mempercepat perkembangan virus tanpa diketahui.

Tentang profil beliau.

Prof. Jackie Yi-Ru Ying,. PhD. (lahir di Taipei pada tahun 1966) adalah ilmuwan nanoteknologi Amerika dan direktur eksekutif pendiri Institut Bioteknologi dan Nanoteknologi di Singapura. Sekarang tinggal di Singapura. Beliau seorang mualaf di usia 30 th.

Penghargaan yg pernah beliau dapat ;

  • Singapore Women's Hall of Fame,
  • Mustafa Prize, Turkish Academy of Sciences (TÜBA), Academy Prize,
  • Fellow AAAS (2015), dan Fellow NAI (2017).

Baca juga: Benarkah Para Ulama sudah Memprediksi Munculnya Corona Ratusan Tahun yang Lalu?

Catatan LNH.
➡️ @mualafcenteryogyakarta .
Support @mualafcenteryogyakarta
Baca Juga