Yahudi dalam Perspektif Al-Qur'an dan Kepastian Kehancurannya di Tahun 2022

Iklan Semua Halaman

Yahudi dalam Perspektif Al-Qur'an dan Kepastian Kehancurannya di Tahun 2022

Admin
Minggu, 22 Maret 2020

Asianmuslim.com - Tidak sedikit Al-quran berbicara tentang Bani israel, watak, dan moral mereka serta para nabi dan sejarah mereka. Surah-surah Makiyah (surat Al-quran yang diturunkan pada fase Mekah) dipenuhi dengan pemaparan sejarah tentang kisah-kisah mereka, siksaan Firaun terhadap mereka. dan kondisi mereka pada masa sebelum kenabian Muhammad saw. Sedangkan surah-surah Madaniyah (yang diturunkan pada fase Madinah) membicarakan tentang sikap mereka terhadap dakwah islam dan kenabian baru, hakikat Yahudi dan kekufuran mereka kepada Allah, serta pembunuhan mereka terhadap para nabi dan kecintaan mereka pada kehidupan dunia.

Ketika berbicara mengenai Bani israel, Al-quran menghubungkan antara watak dan moral Bani israel yang hidup pada zaman Nabi Muhammad saw dengan watak dan moral leluhur mereka yang hidup pada zaman Musa as, lsa as, Zakaria as, dan nabi-nabi lainnya. Hal itu dimaksudkan untuk menjelaskan bahwa kelicikan, kedurhakaan, sikap memusuhi dakwah islam dan ajakan tauhid yang dimiliki Bani Israel adalah warisan dari watak dan perilaku buruk nenek moyang mereka.

Sejarah memaparkan orang-orang Yahudi adalah sekelompok kecil manusia dengan mitos-mitosnya yang meresahkan dunia. Al-quran menggambarkan perilaku mereka dalam QS. Al Maidah: 64.

Orang-orang Yahudi berkata: "Tangan Allah terbelenggu (kikir) Sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dila'nat disebabkan apa yang Telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; dia menafkahkan sebagaimana dia kehendaki dan Al-Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka, dan kami Telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat, setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan."

Namun demikian diantara orang-orang Yahudi tersebut ada manusia-manusia pilihan. Al-quran memuji mereka dengan kesalehan, ketaqwaan, dan sikap tauhid mereka. Al-quran memandang mereka sebagai kekasih-kekasih Allah, dan kitapun diajak untuk mencintainya. Mereka adalah emang-orang yang diberi petunjuk dan menyeru pada kemuliaan, kesalehan dan ketauhidan. Namun jumlah mereka sangat sedikit. Hal itu dikisahkan dalam (QS Ali lmran : 110)

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dan yang munkar, dan beriman kepada Allah. sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”

Diantara orang-orang yang saleh itu adalah para nabi dan rasul seperti Yakub as. Yusuf as. Musa as. Harun as.Daud as. Sulaiman as, Zakana as., Yahya as, dan Isa as. Diantara mereka juga ada beberapa orang yang dikisahkan Al-quran dengan semangat keagamaan dan jihad mereka seperti Thalut.

Sejarah manusia mukmin Bani Israel adalah sejarah terang dan terpuji. Ia merupakan bagian dari sejarah Islam kita yang terang. Ia adalah sumber kebaikan, peringatan dan pelajaran bagi kita sebagai seorang muslim. Kita lebih berhak untuk dekat dengan mereka ketimbang Bani Israel sendiri. karena kita mempunyai satu tauhid keimanan yang sama.

Sedangkan sejarah Bani Israel yang lain adalah sejarah hitam kelam tentang kekufuran kepada Allah swt, pengingkaran pada kebenaran, mendustakan para rasul, membunuh para nabi, melanggar perjanjian, menolak aturan dan berlaku kriminal, zalim, dan merusak.

Sekilas tentang Yahudi, Israel, dan Zionisme Bangsa Yahudi atau Bangsa Israel (Bani Israel) adalah kata yang merujuk kepada bangsa keturunan Israel, nama lain dari Ya'kub as. Israel dalam bahasa Ibrani berarti hamba Tuhan. Yahud sendiri merupakan nama salah satu putra dari Nabi Ya'kub, Yahuda. Kata Yahudi sendiri sering rancu apakah sebagai bangsa atau sebagai agama. Hal ini wajar saja, karena keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Agama Yahudi hanyalah untuk bangsa Yahudi (Bani israel).

Israel untuk konteks sekarang adalah sebagai negara. Negara Israel Raya (Eretz Israel) adalah cita-cita zionisme, yaitu negara yang meliputi tanah antara dua sungai. impian ini disimbolkan lewat bendera israel. Bintang David yang berbentuk segienam.

Zionisme merujuk pada kata Zion merupakan nama salah satu bukit di Palestina. Zionisme merupakan satu ideologi dan gerakan yang dicetuskan oleh Theodore Herzl. Untuk mewujudkan cita-citanya ini mereka menggunakan berbagai cara termasuk merubah kitab suci mereka Taurat. Pedoman yang mereka gunakan dalam menjalankan keyakinannya berdasar pada Talmud yang pandangan-pandangan para Rabbi (pemimpm agama Yahudi). Termasuk diperbolehkannya mengadakan pembantaian, pengusiran, dan pengrusakan kepada bangsa Palestina yang jams, jelas telah sah kedudukannya sebagai sebuah bangsa dan negara.

Karakteristik Bani Israel

1. Memiliki Perilaku Sosial yang Menyimpang

Al-quran memaparkan semua bentuk perilaku buruk bani lsrael terhadap bangsa lain, terhadap nabi mereka dan terhadap mereka sendiri. Mereka sampai berani mengucapkan kata-kata yang tidak pantas untuk Allah swt. Alquran menyebutkan perkataan dan perilaku buruk mereka dalam QS. al-Maidah: 64

Orang-orang Yahudi berkata "Tangan Allah terbelenggu" Sebenarnya tangan merekalah yang terbelenggu dan merekalah yang dilaknat sebab apa yang mereka katakan itu.

Mereka juga mengatakan: sesungguhnya Allah itu miskin dan kamilah yang kaya. ”inilah kebenaran ungkapan Alquran tentang perilaku sosial Yahudi yang sakit. Bahkan diantara mereka sendiri selalu ada perselisihan, permusuhan, dan kebencian yang tidak akan akhir sampai hari kiamat. Memang agaknya mereka bersatu padu dalam mencapai tujuan padahal mereka sebenarnya dalam kondisi terpecah belah, saling membenci. Hal ini disebutkan dalam (QS Al Hasr ;14) Permusuhan antar mereka sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu sedang hati mereka terpecah belah.

2. Pengecut

Diantara sifat Bani israel yang terkenal adalah sifat pengecut. Sifat ini sangat kentara dalam setiap perilaku mereka. Sifat ini telah mengakar didalam struktur kejiwaan mereka. Penyebabnya adalah kecintaan mereka yang sangat terhadap dunia dan ketakutan mereka terhdap kematian. Alquran menceritakan dalam (QS Al-baqarah: 96)

Karena kecintaannya pada dunia mereka tidak berani mempertahankan kehormatannya mereka lebih mengedepankan kehinaan daripada kemampuan Demi kelangsungan hidupnya mereka rela dicemooh orang lain. Mereka tidak berani berhadapan dengan musuh-musuh mereka. Alquran mengisahkan Sita! mereka ketika bersama nabi Musa as dan Harun as. Setelah perjuangan panjang dan melelahkan terbebas dan kekejaman Firaun, sampailah mereka gerbang ditanah suci akan membuat hidup mereka muih. Namun kekerdilan jiwa mereka yang takut akan kematian membuat mereka menolak, dan bahkan mencemooh Musa as. Mereka tidak mau bertanggmg jawab bahkan dengan tidak sopan berkata kepada Musa QS Al Maidah ;22 dan (Al-maidah; 24)

“Hai Musa, kami sekali sekali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi meta ada didalamnya, Karena itu peryaan kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua Sesungguhnya kami Hanya duduk menara fish saya".

Sikap itu terlihat hingga hari kiamat israel senantiasa berlindung dibelakang AS.

3. Gemar Berbuat Makar dan Khianat

Jiwa orang-orang Yahudi adalah jhva yang dipenuhi dengan makar, penghianatan dan iri dengki. Mereka membenci bangsa-bangsa selain mereka dan bercita-cita membersihkan seluruh penduduk bumi. Sejarah tidak mengenal orang yang paling cepat mengingkarijanji dan iebih dengki daripada mereka.

4. Tinggi Hati

Sombong, tinggi hati dan rasis adalah sifat tercela yang dimiliki Bani israel sepanjang sejarah mereka. Mereka menganggap diri mereka sebagai manusia yang paling mulia yang berada dipuncak. Mereka Yakin bahwa Allah mengistimewakan mereka dari bangsa-bangsa lain. baik secara fisik. semangat dan akhir sejarah mereka nanti. Mereka mengklaim bahwa mereka diciptakan dalam bentuk manusia, sedang bangsa lain walaupun diciptakan sebagai manusia sebenarnya adalah binatang yang berujud manusia dan untuk menjadi pelayan bangsa Yahudi. Allah mengadakan penolakan itu dalam QS Al Jumu'ah; 6.

Katakanlah: "Hai orang-orang yang menganut agama Yahudi, jika kamu mendakwakan bahwa Sesungguhnya kamu sajalah kekasih Allah bukan manusia-manusia yang lain, Maka harapkanlah kematianmu, jika kamu adalah orang-orang yang benar".

5. Berlebihan dalam Mencintai Harta

Sepanjang sejarah bani Israel yang paling menonjol dari mereka adalah semangat materialismenya Bagi mereka demi tercapainya tujuan cara apapun ditempuh sekalipun hina dan kotor. Dan kecintaan mereka terhadap emas inilah yang kemudian melalaikan mereka dari menyembah Allah swt seperti yang telah diajarkan Musa as. Karenanya dengan mudahnya mereka berpaling untuk mau menyembah anak sapi yang terbuat dari emas buatan Samiri. ketika ditinggal sementara oleh Nabi Musa kegunung Thur. Small

6. Keras Hati

Al-quran mengibaratkan hati Bani israel bagaikan batu yang keras, bahkan lebih keras dari batu gunung. Kerasnya hati mereka karena keterkungkungan mereka dalam lingkaran kekatiran dan kedurhakaan, cinta harta dan kehidupan duniawi. Alquran menyebutkannya dalam QS Al Baqarah:

Kepastian Kehancuran Israel, di Tahun 2022

Dengan segala kecanggihan teknologi yang dimiliki Israel saat ini, apakah ada harapan bagi Palestina untuk dapat memenangkan pertempuran? Jawabnya, dengan ijin Allah swt pasti bisa. Hal ini telah dikabarkan oleh Rasululloh saw dalam sebuah hadist yang sangat terkenal bahkan dikalangan para Yahudi. "Tidak akan tejadi hari kiamat, hingga muslimin memerangi Yahudi. Orang-orang Islam membunuh Yahudi sampai Yahudi bersembunyi di baiikbatu dan pohon. Namun batu atau pohon berkata, "Wahai muslim, wahai hamba Allah, inilah Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuh saja. Kecuali pohon Gharqad (yang tidak demikian), karena termasuk pohon Yahudi." (HR Muslim dalam Shahih Jami' Ash-shaghir no. 7427)

Hadits di atas dari segi kekuatan sanadnya termasuk hadits shahih tanpa perbedaan pendapat. Orang-orang Yahudi mengenal hadits ini dan mempercayainya. Karenanya mereka sekarang menanam pohon ghorqod disekitar rumah mereka di Palestina. Bahkan ada seruan dari politikus Yahudi yang menyerukan agar Yahudi tidak berkumpul semua di Israel, tapi berpencar keseluruh dunia, takut janji Allah terhadap mereka yang disebut didalam Alquran akan terjadi. Janji itu termuat dalam (QS AI lsra' :104)

Peperangan kita dengan Yahudi akan melalui dua fase. Fase pertama seperti yang dikisahkan dalam al-Qur'an. Yakni peperangan yang terjadi sekarang ini akan terus berlangsung hingga Allah menurunkan keputusanNya. Fase ini akan berakhir dengan kemenangan kaum muslimin, direbut kembalinya Palestina dan terhinanya orangomag Yahudi seperti yang pernah mereka alami dahulu.

Fase kedua adalah kepunahan Yahudi secara total. Tidak seorangpun yahudi yang selamat dari kematian. Fase ini mungkin akan terjadi dimasa-masa akhir dunia. dimana akan muncul Dajjal seorang yahudi Timur, yang memiliki 70 ribu Yahudi lsfahan (iran). Kemudian Nabi isa as memerangi mereka dan orang-orang islam memburu mereka.

Menurut Syaikh Al Jaraar dan pendapat ulama-ulama kontemporer mengatakan bahwa kerusakan itu dimulai sejak tahun 1948, saat mereka mendirikan negara lsrael, atau dimulainya perampasan tanah Palestina. Lebih jauh Al Jaraar mengatakan bahwa kehancuran itu terjadi pada tahun 2022. Kesimpulan itu diperoleh dari studi Alquran, Taurat dan sejarah. Al-quran mengatakan "Dan Kami tetapkan bagi Bani israel didalam kitab itu" (Al Isra ; 4)

Berkisah seorang pemikir terkenal Syaikh Muhammad Ahmad Rasyid; Pada saat Negara israel berdiri tahun 1984 datang seorang perempuan yahudi tua menangis dan mengatakan bahwa itulah awal kehancuran Yahudi, ia mengatakan itu karena telah dikatakan dalam Taurat bahwa negara ini hanya akan bertahan selama 76 tahun. Seorang penulis Yahudi Ayah Luwist yang dilansir Pers Libanon ketika israel menyerbu Libanon dan mendapat kemenangan, Begini seorang tokoh politik Israel mengatakan “Sebagaimana yang dikatakan dalam Taurat, israel akan mendapatkan kedamaian hanya selama empat puluh tahun. Jika terhitung waktu itu adalah 1982 maka hasilnya adalah 2022. Terlepas dari berita menggembirakan itu, kita hanya yakin dan bersandar bahwa hanya Allah swt yang mengetahui perkara-perkara ghoib. Namun kepastian bahwa tentara Allah pasti menang, memberi semangat kepada kita untuk tidak putus mendoakan saudara kita di Palestina, menebarkan kepedulian terhadap mereka, hingga janji Ailah swt akan terjadi. Wallohualam bishowwab.

Referensi: Yahudi Catatan Hitam Sejarah, Mahir Ahmad Agha
Baca Juga