Dokter Muslim Jadi Pahlawan Penanganan Corona di AS, Warga Konvoi untuk Memberi Penghormatan

Iklan Semua Halaman

Dokter Muslim Jadi Pahlawan Penanganan Corona di AS, Warga Konvoi untuk Memberi Penghormatan

Admin
Kamis, 16 April 2020

Asianmuslim.com - Saat ini gelar pahlawan tidak hanya diberikan kepada jenderal maupun prajurit di medan perang, tapi para dokter dan seluruh tenaga medislah pahlawan yang sesungguhnya. Pujian ini tidak hanya di Indonesia, namun diseluruh dunia mengakui dedikasi para dokter dalam perjuangannya menyelamatkan nyawa manusia khususnya pasien covid-19.

Adalah Dr. Saud Anwar, seorang doker AS berdarah pakistan berhak menyandang gelar pahlawan pahlawan dalam penanganan corona di Amerika Serikat yang menderita dengan jumlah terbanyak terinfeksi covid-19.

Dr. Saud Anwar berhasil menciptakan alat pengaturan Ventilator (alat bantu pernafasan) yang dapat disalurkan untuk 8 (delapan) orang pasien sekali pasang. Ini benar-benar penemuan yang sangat dibutuhkan ditengah kelangkaan ventilator akibat banyaknya jumlah yang terinfeksi covid-19. Dengan penemuan ini, sekarang 1 ventilator bisa sekaligus dipakai untuk 8 pasien. Sebelumnya 1 ventilator hanya bisa untuk 1 pasien.

Dr Saud Anwar adalah seorang dokter yang berspesialisasi dalam Penyakit Paru-paru dan Obat Perawatan Kritis. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Departemen Penyakit Dalam Jaringan Kesehatan Connecticut, AS.

Atas kepahlawanannya ini, pada 10 April lalu, orang-orang Amerika warga di South Windsor membuat kejutan untuk Dr. Saud Anwar dengan konvoi mobil ke rumahnya, untuk menunjukkan rasa terima kasih mereka atas pekerjaan yang ia lakukan di garis depan penanganan virus corona.

Warga di South Windsor melakukan pawai "pahlawan tanpa tanda jasa" untuk menghormati Dr Saud Anwar. Mereka menempelkan plakat di kendaraan mereka dengan berbagai tulisan seperti 'Dr Saud Anwar Kepahlawanan Anda menginspirasi kami!' 'Terima kasih' 'Terima kasih untuk kepahlawanan Anda' dll (‘Dr Saud Anwar’ ‘Your heroism inspires us!’ ‘thank you’ ‘thank you for your heroism’ etc.)

Dr Anwar sangat terharu dengan penghormatan yang diberikan kepadanya. Dalam setiap wawancara, Dr Saud Anwar mengungkapkan bahwa karena dia merawat pasien Covid dan dia tidak ingin keluarganya terekspos, dia hidup dalam isolasi. “Ini sangat sepi dan menantang,” katanya, seraya menambahkan bahwa ia merasa diberkati karena parade kejutan yang dilakukan warga.

“Terima kasih atas semua orang yang datang hari ini untuk mengejutkan saya. Saya benar-benar kewalahan dengan cinta yang Anda semua tunjukkan. Saya merasa diberkati untuk menjadi bagian dari komunitas dan juga bekerja dengan kelompok pekerja kesehatan terbaik yang saya cintai dan hormati.”

Saudaranya, Bushra Anwar, berkomentar di posnya, “Ada suatu masa ketika saya mengajari Anda ABC (belajar membaca) dan Masha Allah, Anda sekarang benar-benar telah menjadi orang yang sangat dihargai. Saya merasa diberkati memiliki saudara seperti Anda yang begitu tulus dengan semua orang”.

Police and residents of Connecticut, US, parade in their cars in front of Dr. Saud Anwar's @SaudAnwarCT house to honor the doctor of Pakistani origin who invented a ventilator for #COVIDー19 patients that can be used by seven patients at the same time. pic.twitter.com/FW2zGhAvX6— Baker Atyani (@atyanibaker) April 13, 2020
Dr. Anwar Saud & Team .....
Utility Method :------: One Single Ventilator for Upto 8 Patients 🏆🎖❤ pic.twitter.com/CSQQSbfPMr
— Engr. Shahid Khattak (@Chiefshahid99) April 12, 2020
Baca Juga