Ini Bacaan Shalawat yang Paling Baik untuk Diamalkan

Iklan Semua Halaman

Ini Bacaan Shalawat yang Paling Baik untuk Diamalkan

Admin
Rabu, 15 April 2020

Asianmuslim.com -Sholawat adalah ibadah. Sebagaimana kaidah agama yang menetapkan syarat ibadah ada dua ikhlas dan sesuai contoh dari Rasulullah. Maka shalawat juga demikian. Akan bernilai ibadah jika memenuhi dua sarat diatas. 

Seperti apakah shalawat yang sesuai sunnah dan shalawat yang bertentangan dengan sunnah?

Asy-Syaikh Tsaniy bin Abdullah Hafizhahullah menukil ucapan al-‘Alamah Ibnu Utsaimin Rahimahullah :

ﻭﺃﻣﺎ ﻣﺎ ﻳﻮﺟﺪ ﻓﻲ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻜﺘﺐ ﻣﻦ ﺻﻠﻮﺍﺕ ﻣﺒﻨﻴﺔ ﻋﻠﻰ ﺃﺳﺠﺎﻉ ﻭﻋﻠﻰ ﺃﻭﺻﺎﻑ ﻭﻗﺪ ﺗﻜﻮﻥ ﺃﻭﺻﺎﻓﺎ ﻻ ﺗﺼﺢ ﺇﻻ ﻋﻠﻰ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ ﻓﺎﺣﺬﺭ ﻣﻨﻬﺎ ﻭﻓﺮ ﻣﻨﻬﺎ ﻓﺮﺍﺭﻙ ﻣﻦ ﺍﻷﺳﺪ ﻭﻻ ﻳﻐﺮﻧﻚ ﻣﺎ ﻓﻴﻬﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﺠﻊ ﺍﻟﺬﻱ ﻗﺪ ﻳﺒﻜﻲ ﺍﻟﻌﻴﻦ ﻭﻳﺮﻗﻖ ﺍﻟﻘﻠﺐ، ﻋﻠﻴﻚ ﺑﺎﻷﺻﻴﻞ ﻭﺍﻷﺻﻮﻝ ﻭﺩﻉ ﻋﻨﻚ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺬﻱ ﺃﻟﻒ ﻋﻠﻰ ﻏﻴﺮ ﻫﺪﻯ ﻭﺳﻠﻄﺎﻥ

“Adapun apa yang didapatkan dalam sebagian kitab-kitab yang berisi sholawat Nabi itu dibuat berdasarkan sajak-sajak dan menggambarkan sifat-sifat yang itu tidak pantas, kecuali disematkan kepada Rabb alam semesta. Maka berhati-hatilah darinya dan menjauhlah sebagaimana engkau lari menjauh dari Singa. Janganlah engkau terpedaya dengan sajak-sajak yang membuatmu menangis dan melembutkan hati, wajib bagimu berpegang kepada yang otentik dan yang pokok, tinggalkan olehmu hal ini yang dibuat tidak berdasarkan petunjuk dan hujjah”. selesai.

Akan tetapi jika sholawatnya berisi hal-hal yang tidak bertentangan dengan syariat, yakni tidak ada padanya hal-hal yang berlebihan melampaui batas, sebagaimana yang diperingatkan oleh asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah diatas, maka hal ini tidak mengapa. Tim fatwa islam web berkata :

ﻻ ﻣﺎﻧﻊ ﻣﻦ ﺃﻥ ﻳﺼﻠﻲ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻋﺪﺩ ﻛﺬﺍ ﻭﻛﺬﺍ ﻣﻤﺎ ﻟﻴﺲ ﻣﺄﺛﻮﺭﺍ ﻭﻻ ﻣﺤﻈﻮﺭ ﻓﻴﻪ ﺷﺮﻋﺎ، ﻛﻘﻮﻝ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ـ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ـ ﻓﻲ ﺍﻟﺮﺳﺎﻟﺔ : ﻓﺼﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻧﺒﻴﻨﺎ ﻛﻠﻤﺎ ﺫﻛﺮﻩ ﺍﻟﺬﺍﻛﺮﻭﻥ ﻭﻏﻔﻞ ﻋﻦ ﺫﻛﺮﻩ ﺍﻟﻐﺎﻓﻠﻮﻥ

“Tidak terlarang bagi siapasaja yang bershalawat kepada Nabi shalallahu alaihi wa sallam dengan jumlah berapa.. berapa dan dengan (lafazh-lafazh) yang tidak ma’tsur dan tidak telarang dalam syariat, seperti ucapan Imam asy-Syafi’i rahimahullah dalam ar-Risaalah :
“Shalawat Allah terlimpah curahkan kepada Nabi kita, sebanyak yang disebutkan oleh orang-orang yang ingat dan sebanyak yang dilalaikan oleh orang-orang yang lalai.” -
selesai-.

Akan tetapi yang lebih utama adalah lafazh sholawat yang diajarkan langsung oleh Rasul kita tercinta. Al-‘Alamah abdul Aziz bin Baz rahimahullah berfatwa :

ﻭﺃﻓﻀﻞ ﻣﺎ ﻭﺭﺩ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﻣﺎ ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺸﻴﺨﺎﻥ : ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻭﻣﺴﻠﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﺤﻴﺤﻴﻦ ﻣﻦ ﺣﺪﻳﺚ ﻛﻌﺐ ﺑﻦ ﻋﺠﺮ ﺃﻧﻪ ﻗﺎﻝ ﻟﻠﺼﺤﺎﺑﺔ : ﺃﻻ ﺃﻫﺪﻳﻜﻢ ﻫﺪﻳﺔ؟، ﻗﺎﻟﻮﺍ : ﺑﻠﻰ، ﻗﺎﻝ : ﺧﺮﺝ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﷺ ﻗﺎﻝ : ‏« ﻗﻮﻟﻮﺍ : ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﻣﺤﻤﺪ ﻛﻤﺎ ﺻﻠﻴﺖ ﻋﻠﻰ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﺇﻧﻚ ﺣﻤﻴﺪ ﻣﺠﻴﺪ، ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺑﺎﺭﻙ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﻣﺤﻤﺪ ﻛﻤﺎ ﺑﺎﺭﻛﺖ ﻋﻠﻰ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﺇﻧﻚ ﺣﻤﻴﺪ ﻣﺠﻴﺪ ‏» ،

“Yang paling utama terkait lafazh sholawat adalah apa yang diriwayatkan oleh Bukhori-Muslim dari Ka’ab bin Ujrah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam berkata kepada para sahabat, maukah aku berikan kepada kalian suatu petunjuk?”, Mereka menjawab : “tentu mau”.

Maka Rasulullah keluar menemui mereka lalu mengatakan, ucapkanlah :

“Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kama shollaita ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid. Allahumma barik ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kama barokta ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid.”
(Ya allah berilah sholawat kepada Muhammad dan keluarganya karena engkau memberi sholawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya engkau Maha Terpuji. Ya Allah berilah keberkahan kepada Muhammad dan keluarganya karena engkau memberi keberkahan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim.Sesungguhnya engkau Maha Terpuji)”.
-selesai-.

Bacaan sholawat diatas biasanya dibaca dalam tasyahud ketika sholat.

Asy-Syaikh Tsaniy menyebutkan kisah yang menarik yang diceritakan oleh Imam Suyuthi, kata beliau :

“aku (Suyuthi) membaca kitab “Thabaqat Syafi’iyyah karta At-Taaj as-Subki menukil dari bapaknya, berikut teksnya :

“Yang paling bagus untuk bersholawat kepada Nabi shalallahu alaihi wa sall adalah lafazh ini yang dibaca didalam tasyahud. Barangsiapa yang membaca sholawat tersebut, maka berarti ia telah bersholat kepada Nabi dengan yakin. Sedangkan bagi yang membaca sholawat dengan selainnya maka ia telah menghadirkan sholawat yang diperintahkan dalam keraguan. Karena para sahabat dulu bertanya kepada Nabi, bagaimana cara kami bersholawat kepada engkau?, Lalu beliau menjawabnya (sebagaimana hadits diatas).
Maka beliau menjadikan sholawat tersebut untuk para sahabat.


Dulu ketika aku masih muda ketika bersholawat kepada Nabi, aku mengucapkan :

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻭﺑﺎﺭﻙ ﻭﺳﻠﻢ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﻣﺤﻤﺪ ﻛﻤﺎ ﺻﻠﻴﺖ ﻭﺑﺎﺭﻛﺖ ﻭﺳﻠﻤﺖ ﻋﻠﻰ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﺇﻧﻚ ﺣﻤﻴﺪ ﻣﺠﻴﺪ

“Allahumma sholli wa Baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kama shollaita wa Baarakta ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid”.

Kemudian suatu hari aku bermimpi, maka (dalam mimpiku) ada yang berkata kepadaku : “apakah kamu lebih fasih atau lebih tahu makna-makna ucapan dan kalimat ringkas lagi padat, dibandingkan Nabi shalallahu alaihi wa sallam?”,

Seandainya (dalam sholawat yang masyru’ diatas, pent.) tidak ada makna tambahan (faedah), niscaya Nabi shalallahu alaihi wa sallam tidak akan mengutamakannya”.

Maka aku pun segera mohon ampun atas (kelancanganku) dan aku rujuk kembali kepada nash Nabawi.” -selesai.

Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani juga tegas mengatakan :

ﻭﺍﺳﺘﺪﻝ ﺑﺘﻌﻠﻴﻤﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻷﺻﺤﺎﺑﻪ ﺍﻟﻜﻴﻔﻴﺔ ﺑﻌﺪ ﺳﺆﺍﻟﻬﻢ ﻋﻨﻬﺎ ﺑﺄﻧﻬﺎ ﺃﻓﻀﻞ ﻛﻴﻔﻴﺎﺕ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻋﻠﻴﻪ، ﻷﻧﻪ ﻻ ﻳﺨﺘﺎﺭ ﻟﻨﻔﺴﻪ ﺇﻻ ﺍﻷﺷﺮﻑ ﺍﻷﻓﻀﻞ

“Diambil petunjuk dari pengajaran Nabi shalallahu alaihi wa sallam kepada para sahabatnya bagaimana tatacara sholawat, setelah mereka menanyakannya, bahwa sholawat ini adalah tatacara yang paling utama, karena Beliau tidak memilihkan, kecuali adalah sesuatu yang paling mulia dan paling utama”. Wallahu A’lam.

Demikian penjelasan ringkas mengenai bacaan shalawat kepada Nabi yang sesuai dengan tuntunan. Semoga lisan kita dimudahkan untuk memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi setiap saat.

Penulis: Abu Sa’id Neno Triyono
Baca Juga