Jenderal Haftar, Erdogan & Masa depan Libya -->

Iklan Semua Halaman

Jenderal Haftar, Erdogan & Masa depan Libya

Admin
Selasa, 28 April 2020

Erdogan sepakati Kerjasama dengan Presiden Libya Fayez al Sarraj

Jenderal Haftar semakin terpojok di Libya.

Terutama sejak Turki masuk ke libya Nov 2019 lalu.

Pemerintah sah libya berperang melawan pemberontak Haftar sejak april 2019.

Karena kewalahan berperang kurang lebih 6bulan, Presiden Sah libya Fayez al Sarraj akhirnya meminta bantuan turki secara resmi.

Erdogan setuju, 5000 tentara turki lalu dikerahka  ke libya lengkap dengan segala perlengkapan perangnya.

Haftar yang didukung Rusia, Prancis, Italia, UK, Arab Saudi, Mesir, Emirat awalnya sangat kuat saat turki belum masuk ke Libya.

UK duluan keluar dari koalisi Haftar karena UK menganggap Haftar bukan pemimpin yang cocok untuk Libya.

Setelah Turki masuk ke Libya, Italia menyusul UK check out dari koalisi Haftar. Jadi sekarang Haftar hanya sisa di dukung Saudi, Rusia, Mesir, Prancis dan Emirat.

Namun secara Ril di lapangan, Haftar hanya efektif di dukung Emirat, Rusia dan Saudi. Yang lain pada kalem.

Begitu juga di pihak Pemerintah sah libya, saat ini Presiden Sarraj di dukung Oleh Turki, Tunisia, Italia, UK, dan AS.

Namun ril di lapangan, yang mati matian berperang lawan pemberontak Haftar hanya Turki, Tunisia, selebihnya omong doang.

Selama masa covid19, Turki memanfaatkan masa ini untuk terus menggempur Haftar. Dalam masa covid19 ini 5000 mil persegi tanah libya di rebut dari Haftar.

Selama masa covid19 ini, Turki dan tentara libya merebut juga beberapa kota penting di libya yang salama ini dibawah Haftar. Kota Surman, Sabharata, Tarhuna, dan Salaheddin.

Di lapangan, Turki mati matian berperang dengn Haftar walaupun bulan puasa. Karena sejak sebelum puasa Turki sudah ajak Haftar gencatan senjata tapi di tolak Haftar.

Awal bulan ini, Haftar semakin terpojok dan minta dialog dengan presiden Sarraj di Tripoli. Tapi sarraj menolak lagi diskusi, Sarraj mengatakan" i will never sit down again with the Rebel Haftar".

Ketegasan Sarraj yang menolak diskusi lagi dengan Haftar semua atas persetujuan Turki, karena Turki sudah memberi tau Sarraj bahwa Haftar tidak lama lagi bisa di lenyapkan.

Semalam, Haftar declare akan berperang besar dengan Sarraj. Mungkin ini momentum bagus untuk melenyapkan Haftar untuk selamanya.

Haftar sendiri sudah frustasi, dukungan ke dia semakin hari semakin melemah akibat Keberadaan turki di pihak Sarraj. Satu persatu negara yang tadinya dukung Haftar sekarang pura pura sibuk urus covid19. Padahal Perang terus berlanjut.

Arab saudi bersama emirat kabarnya akan menggelontorkan uang 3M dolar kepada Haftar. Tapi sampai saat ini belum cair juga sampai sekarang. Saya memprediksi ini hanya PHP.

Semakin hari Haftar semakin terpojok, makanya dia akan melakukan perang  besar besaran daripada mati konyol di markasnya sendiri.

Dua hari lalu, Turki sudah mulai melakukan serangan udara ke basis basis Haftar. Lihat alat militer turki yang di boyong Turki ke Libya kali ini hampir sama dengan alutsista yang di boyong untuk menghajar Assad di idlib bulan lalu yang menewaskan 3.000 lebih tentara assad.

Mungkin masih banyak yang belum tau siapa di belakang pemerintah sarraj, jawabannya adakah mayoritas rakyat libya yang menumbangkan Qaddafi. Juga para akademisi, pemikir, ulama, ikhwanul muslimin, dan para teknokrat libya.

Lalu siapa di belakang Haftar? Mereka adalah tentara bayaran dari negara negara yang dukung haftar tadi. Mereka juga di rekrut dari preman preman yang tidak berpendidikan yang di doktrin oleh haftar dan dibayar dengan uang.


Jenderal Haftar bersama pendukungnya, As Sisi Mesir, Ben Salman Saudi, dan Ben Zayez UAE.

Lalu apa untungnya Turki kalau Haftar berhasil dilenyapkan? Akan banyak kekayaan alam libya nanti akan dikelola oleh turki di masa yang akan datang dan menggeser peran negara negara model italia, UK, dkk nya dalam peta politik libya kedepan. Di kelola turki jauh leboh baik daripada dikelola  oleh Italia dkk.

Apakah turki masuk ke libya hanya karena berebut kekayaan alm libya? Tidak. Turki masuk ke libya atas permintaan resmi Presiden Sarraj bukan kemauan turki semata. Tapi ketika turki deal membantu Libya, maka turki membantu all out tidak setengah setengah. Turki sahabat yang amanah sampai masalah selesai.

Lalu apakah hubungan libya-turki hanya soal minyak? Gak juga. Hubungan Turki-Libya sudah lama terjalin baik bahkan di masa Ottoman dulu Turki sangat kuat mendukung kerajaan Sanusiyah sebelum kerajaan ini dibubarkan Muammar Qaddafi.

Jadi, sejak dulu turki sudah menjalin hubungan baik dengan turki. Erdogan menghormati dan melanjutkan hubungan baik ini hingga kini.



Tengku Zulkifli Usman.
Analis Politik Dunia Islam Internasional.
Baca Juga