Apakah Memberi Buka Puasa Untuk Anak Kecil Pahalanya Sama?

Iklan Semua Halaman

Apakah Memberi Buka Puasa Untuk Anak Kecil Pahalanya Sama?

Admin
Rabu, 06 Mei 2020

Asianmuslim.com - Ada satu pertanyaan yang mengganjal dalam benak kita, yaitu apakah pahala memberi makan untuk buka puasa kepada anak kecil yang belum baligh pahalanya sama seperti pahala memberi makan untuk buka puasa orang dewasa? Mengingat puasa bagi anak kecil bukan merupakan kewajiban.

Al-Imam Tirmidzi meriwayatkan dalam "Sunannya" (no. 807) dengan sanadnya sampai kepada Zaid bin Kholid al-Juhaniy radhiyallahu anhu bahwa beliau berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

"Barangsiapa yang memberi makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala semisal pahala puasanya orang yang diberi makan, tanpa mengurangi pahala puasanya orang yang diberi makan tersebut sedikit pun".

Imam Tirmidzi mengomentari status hadits ini, "Hasan Shahih".

Hadits diatas sangat jelas menunjukkan keutamaan memberi makan berbuka kepada orang yang berpuasa, dimana ia akan mendapatkan pahala puasa sama persis dengan orang yang diberinya makanan berbuka, tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun dan kita tahu bersama bahwa khusus untuk puasa, Allah lah sendiri yang akan membalasnya, yang tentunya berlipat ganda dibandingkan dengan amalan-amalan ketaatan yang lainnya.

Adapun terkait dengan puasanya anak-anak, maka apabila ia sudah menginjak baligh, telah diwajibkan puasa kepadanya dan ia akan diberikan pahala puasa sama seperti ketentuan pahala puasa orang dewasa.

Sedangkan anak-anak yang sudah mumayyiz yakni sudah memahami pembicaraan jika dirinya belum mencapai usia baligh, menurut salah satu pendapat ulama bahwa puasa Ramadhan adalah sunnah baginya. Al-'Alamah Ibnu Utsaimin mengatakan :

صيام الصبي ليس بواجب عليه، ولكن على ولي أمره أن يأمره به ليعتاده، وهو -أي الصيام في حق الصبي الذي لم يبلغ- "سُنَّة"، له أجر في الصوم، وليس عليه وزر إذا ,

"Puasanya anak kecil tidak wajib baginya, namun kepada walinya agar memerintahkannya berpuasa untuk membiasakannya. Puasa ini bagi anak kecil yang belum baligh adalah sunnah, ia mendapatkan pahala puasanya, akan tetapi tidak berdosa jika ia tidak berpuasa".

Dalil untuk masalah ini adalah dalam perkara hajinya anak kecil, sebagaimana dituliskan oleh Imam Muslim dalam "Shahihnya" (no. 1336) dengan sanadnya sampai kepada Ibnu Abbas radhiyallahu anhu bahwa beliau berkata :

رَفَعَتِ امْرَأَةٌ صَبِيًّا لَهَا، فَقَالَتْ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَلِهَذَا حَجٌّ ؟ قَالَ : " نَعَمْ، وَلَكِ أَجْرٌ "

"Seorang wanita mengangkat anaknya yang masih kecil (dalam ibadah haji), lalu ia berkata : "Wahai Rasulullah, apakah anak ini mendapatkan pahala haji juga?, Maka Beliau shallallahu alaihi wa sallam menjawab : "benar dan engkau juga mendapatkan pahala".

Al-'Alamah Ibnu Jamaah berkata :

وَعِنْدَ الأَرْبَعَةِ أَنَّ الصَّبِيَّ يُثَابُ عَلَى طَاعَتِهِ وَتُكْتَبُ لَهُ حَسَنَاتُهُ كَانَ مُمَيِّزًا أَوْ غَيْرَ مُمَيِّزٍ وَيُرْوَى ذَلِكَ عَنْ عُمَرَ رضي الله عنه وَنَقَلَ بَعْضُ الْعُلَمَاءِ الإِجْمَاعَ عَلَى ذَلِكَ

"Menurut mazhab yang empat bahwa anak kecil itu diberikan pahala atas ketaatan yang dilakukannya, ia ditulis pahala kebaikkannya, baik sang anak sudah mumayyiz atau belum. Hal ini diriwayatkan juga oleh Umar radhiyallahu anhu dan sebagian ulama menukil adanya ijma untuk permasalahan ini".

Maka menjawab pertanyaan dalam judul artikel, jika anak kecil tersebut diberikan pahala atas amal ketaatan yang ia lalukan dan dalam pembahasan ini adalah puasa, sehingga ia tercakup kedalam makna hadits keutamaan memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa.

Hanya saja apakah pahalanya sama dengan anak yang sudah baligh, maka berdasarkan keterangan bahwa anak yang belum baligh puasanya berstatus sunnah, sedangkan yang baligh puasanya sudah menjadi kewajiban baginya. Sehingga tentunya tidak sama pahala antara amalan wajib dengan amalan sunnah, dimana yang wajib pahalanya lebih banyak dibandingkan yang sunnah dalam masalah puasa ini. Terlebih lagi hal ini didukung oleh hadits dhoif berikut:

من تقرب فيه بخصلة من الخير كان كمن أدى فريضة فيما سواه ومن أدى فيه فريضة كان كمن أدّى سبعين فريضة فيما سواه

"Barangsiapa yang mendekatkan diri pada bulan Ramadhan dengan kebaikan (yang berupa amalan sunnah, pent.) Maka seperti orang yang menunaikan kewajiban pada bulan selainnya, sedangkan barangsiapa yang mengerjakan amalan wajib pada bulan ini, maka seperti orang yang menunaikan 70 kewajiban pada bulan selainnya".

(Hadits ini dihukumi mungkar oleh Imam Abu Hatim).

Oleh sebab itu, memberi makan berbuka kepada anak kecil yang belum baligh yang berpuasa tentu berpahala karena masuk dalam bab keutamaan memberi sedekah atau hadiah secara umum dan lebih khusus kepada orang yang berpuasa, hanya saja karena puasanya anak yang belum baligh kedudukannya hanya sunnah baginya, tentunya pahalanya berbeda dengan anak yang baligh, dimana puasa Ramadhan sudah menjadi kewajibannya. Wallahu a'lam.


Abu Sa'id Neno Triyono
Baca Juga