Cabut Ancaman Perangi FPI, Tagor: Kami Tak Mau Kontak Fisik Dengan Rekan-Rekan FPI

Iklan Semua Halaman

Cabut Ancaman Perangi FPI, Tagor: Kami Tak Mau Kontak Fisik Dengan Rekan-Rekan FPI

Admin
Sabtu, 02 Mei 2020


Asianmuslim.com - Usai insiden penertiban Lapo Tuak milik Lamria Manullang oleh FPI dan umat Islam di Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, sosok bernama Tagor Aruan sempat bikin heboh.

Pasalnya, bukannya melihat duduk persoalan secara jernih dan obyektif bahwa akar persoalan adalah Lapo Tuak Lamria telah menodai kesucian bulan Ramadhan dengan tetap nekad berjualan tuak, Tagor malah melontarkan ancaman dan menantang perang pada FPI.

“Saya Tagor Aroan atas nama Komite Independen Batak menyatakan mengusir, menentang, meminta aparat membubarkan FPI dari bumi Sumatera Utara, dari Kota Medan, dari Batang Kuis,” ujarnya.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, seluruh elemen bangsa Batak, mari kita bersatu, berkumpul untuk mengusir FPI dari Kota Medan, dari Sumatera Utara,” Saya menyatakan perang dengan FPI, bubarkan FPI. Mari kita bersatu semuanya, bergerak untuk mengusir FPI dari Indonesia, dari Sumatera Utara dan Kota Medan,” pungkas Tagor.

Ancaman Tagor itu pun langsung ditentang keras oleh warga masyarakat khususnya umat Islam di berbagai daerah tak hanya di Sumatera Utara, yang semuanya siap untuk mempertahankan keberadaan FPI dan meladeni tantangan Tagor.

Apalagi apa yang dilakukan FPI dalam upaya menertibkan warung miras dinilai sudah benar, karena FPI sudah sejak jauh hari sebelumnya telah melapor ke Camat dan Kepala Dusun setempat, dan Batang Kuis sendiri adalah wilayah mayoritas Muslim dan saat ini bulan suci Ramadhan.

Akhirnya hanya dalam hitungan jam, Tagor pun meralat atau mencabut ancaman perangnya terhadap FPI dan berbalik memohon maaf kepada umat Islam.

Dalam video yang beredar luas, Jum'at (1/5/2010), Tagor menegaskan, "kami tidak punya niat sedikitpun untuk melakukan kontak fisik dengan rekan-rekan kami di FPI, itu jauh dari tujuan kami".
Baca Juga