Rusia-Turki-Iran Diprediksi Sepakat Gulingkan Bassar Al Assad

Iklan Semua Halaman

Rusia-Turki-Iran Diprediksi Sepakat Gulingkan Bassar Al Assad

Admin
Rabu, 06 Mei 2020

Asianmuslim.com - Rusia, Turki, dan Iran diprediksi bakal sepakat untuk menyingkirkan Presiden Suriah Bashar Al Assad dan membentuk pemerintahan transisi baru. Demikian dikemukakan oleh Dewan Urusan Internasional Rusia (RIAC).

Menurut laporan RIAC, tiga negara itu juga akan menciptakan gencatan senjata. Pemerintahan transisi baru di dalamnya akan berisi oposisi, anggota rezim, dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

RIAC dikenal dekat dengan para pembuat kebijakan dalam pemerintahan Rusia. Laporan RIAC menyebut organisasi Rusia bernama Yayasan untuk Proteksi Nilai-nilai Nasional yang berafiliasi dengan badan keamanan dan kantor Presiden Rusia Vladimir Putin telah menggelar survei di Suriah.

Survei itu mengirim pesan politik sangat jelas bahwa rakyat Suriah tidak ingin Assad tetap menjadi presiden.

“Sejak awal intervensi militer di Suriah, Moskow berupaya menghindari dianggap sebagai pembela Assad. Berbagai negosiasi menekankan rakyat Suriah akan memutuskan apakah Assad masih atau tidak untuk tetap berkuasa,” ungkap laporan itu dilansir Middle East Monitor, Rabu (6/5/2020).

“Rusia menjadi lebih serius tentang membuat perubahan di Suriah, paling tidak karena melindungi Assad telah menjadi penghalang,” tulis laporan RIAC.

Kantor berita Rusia, TASS menyatakan, “Rusia memperkirakan Assad tidak hanya tak bisa memimpin negara itu lagi, tapi juga kepala rezim Suriah itu menyeret Moskow menuju skenario Afghanistan, yang sangat tidak diharapkan Rusia.”

TASS juga menjelaskan, “Iran yang menderita akibat sanksi Amerika Serikat (AS), tidak tertarik mencapai stabilitas di seluruh kawasan, karena mempertimbangkan pertarungannya dengan Washington.”

TASS mempertimbangkan, meski Moskow siap menggunakan Assad untuk negosiasi kesepakatan yang menjamin kepentingannya, ini mengorbankan rakyat Suriah untuk menjamin Assad tetap berkuasa.

Menurut TASS, Assad tidak bisa menolak permintaan Rusia, sehingga ia membuat mereka mendengar apa yang mereka ingin dengar, tapi pada akhirnya Assad menerapkan permintaan Iran.

TASS menekankan Moskow bekerja dalam berbagai skenario termasuk kehadiran pasukan di Suriah menerima semua pengaruh. Hasilnya, Suriah akan tetap terbelah dalam wilayah yang dilindungi Iran dan Rusia, wilayah oposisi didukung Turki dan Eufrat Timur didukung AS dan SDF.

Pilihan kedua mengharuskan penarikan semua pasukan asing dan persatuan negara setelah mencapai transformasi politik sesuai Resolusi Dewan Keamanan PBB No 2254.

Turki sejak lama menyerukan Assad disingkirkan sebagai syarat awal mengakhiri operasi militernya di Suriah. (Islam today)
Baca Juga