Upaya Kudeta Tunisia, Siapa Sasaran Utamanya?

Iklan Semua Halaman

Upaya Kudeta Tunisia, Siapa Sasaran Utamanya?

Admin
Rabu, 27 Mei 2020


Upaya kudeta terhadap presiden Tunisia Kais Said sebenarnya hanya akal akalan Saudi-UAE cs.

Pada dasarnya sasaran utama aliansi saudi bukan Presiden Kais Said melainkan Raschid Ganoucci, ketua umum partai an nahdhah tunisia yang saat ini menguasai parlemen.

Rencana kudeta terhadap Kais Said-Ganoucci sudah tercium oleh Turki sejak awal tahun 2020.

Saat itu UAE-KSA dkk anti arab spring sudah mulai mengatur kudeta diawali dengan penggiringan opini publik tunisia.

UAE-KSA dkk berupaya memfitnah Ganoucci bahwa Ganoucci menambah kekayaan pribadi sebesar 8M dolar. Angka yang sangat irrasional mengingat angka itu hampir separoh APBN Tunisia.

Media media pro UAE-KSA terus menerus membuat opini opini sesat agar rakyat membenci Presiden Kais Said dan Ketua parlemen Ganoucci.

Padahal semua tau, bahwa pilpres tunisia tahun lalu adalah pilpres paling demokratis dalam sejarah baru tunisia pasca Ben Ali lengser 2011.

Kais Said yang hanya seorang pengamat politik dan pakar hukum tatanegara secara mengejutkan memenangkan pilpres dalam dua tahap. Menang putaran 1 dan menang final sebagai presiden.

Kais Said sebenarnya bukan calon yang dijagokan sejak awal. Maklum karena capres tunisia 2019 dihuni nama nama besar yang serba kuat.

Diantara nama nama besar yang dikalahkan oleh Kais Said waktu itu adalah Nabil Karoui, bos media tunisia. Abdul Fattah Mourou ketua DPR tunisia dari partai an nahdhah.

UAE-KSA dkk tidak menginginkan demokrasi di tunisia berjalan baik dan maju. Apalagi tunisia adalah negara pertama dimana arab spring pecah di benua arab yang membuat Mubarok lengser di mesir, Saleh di Yaman, Qaddafi di Libya, Al Basyir di sudan, goyangnya assad di suriah Dan juga lengsernya Ben Ali di tunisia sendiri.

Upaya kudeta tunisia tujuan utamanya adalah menyingkirkan kekuatan Ganoucci-An nahdhah dari panggung politik tunisia yang dianggap adalah representasi arah baru ikhwanul muslimin.

Upaya kudeta ini semakin dipercepat oleh KSA-UAE karena Tunisia memilih mendukung pemerintahan GNA yang di support Turki di libya untuk menumpas Haftar dkk yang didukung KSA-UAE-MESIR-RUSIA-Prancis.

Amarah KSA-UAE dkk semakin memuncak saat Ganoucci menelpon presiden Libya-GNA Fayez Mustafa al Sarraj pekan lalu dan mengucapkan selamat atas prestasi GNA dalam merebut basis militer besar Haftar di al watiya airbase pekan lalu.

Media media pro KSA-UAE semakin membabi buta menyerang Ganoucci dan melakukan pembunuhan karakter agar muncul kekacauan sosial disana.

Erdogan melalu dinas intelijen nya  MIT bekerjasama dengan dinas intelijen tunisia untuk melakukan kontra kudeta. Hasilnya ada beberapa orang di dalam di tubuh militer tunisia yang dicurigai akan melakukan kudeta,dan sekarang dalam pengawasan ketat pemerintah.

Erdogan juga mengirim mata mata turki ke tunisia lewat perbatasan libya untuk terus memantau kondisi tunisia disaat saat genting.

Tanpa banyak berita di media, turki berhasil melakukan kontra intelijen melawan intelijen UAE-KSA dkk. Sehingga rencana final kudeta dapat di gagalkan.

Kais Said sendiri sudah mengintruksikan agar siapa saja yang terlibat upaya kudeta dan bekerjasama dengan dinas intelijen KSA-UAE agar ditindak tegas.

Saat ini kondisi di tunisia belum sepenuhnya stabil meskipun masa masa kritis sudah terlewati. Kais Said-Ganoucci sampai sekarang terus berkordinasi dengan turki dalam recovery masa masa genting ini.

Dan sampai detik ini, badan intelijen turki masih berada di tunisia, mereka belum ditarik kembali ke ankara agar terus bisa memantau dan mengantisipasi situasi yang unpredictable.

Tengku Zulkifli Usman.
Analis Politik Dunia Islam Internasional.
Baca Juga